Belum lama ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa tidak ada lagi insentif untuk kendaraan listrik pada 2026. Menurutnya, insentif yang diberikan selama dua tahun terakhir telah membuahkan hasil, terbukti dengan semakin banyaknya model mobil listrik alias EV yang kini dirakit di Indonesia. Jika insentif benar-benar dihentikan, harga mobil listrik berpotensi naik mulai tahun depan, yang kemudian akan berpengaruh pada penyerapan mobil listrik. Inovasi baterai mobil listrik dari Korea Selatan Menanggapi hal tersebut, Moeldoko, Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), memberikan pandangan diplomatis mengenai potensi harga mobil listrik ke depan. Meski tidak menjawab langsung mengenai dampak jika insentif dihapus, Moeldoko optimistis tren harga mobil listrik akan tetap turun. "Begini, saya dari awal juga sudah mengatakan ke depan itu mobil listrik akan lebih murah daripada mobil konvensional," kata Moeldoko di Jakarta, Rabu (10/12/2025). "Kenapa? Karena komponennya yang terbatas, sedikit, bukan terbatas. Komponen utama mobil listrik hanya tiga (baterai, motor, kontroler)," ujarnya. Moeldoko, yang juga penggagas perusahaan otomotif Mobil Anak Bangsa (MAB), melihat peta persaingan global di industri baterai akan membawa efek besar terhadap biaya produksi. "Kalau seandainya nanti persaingan di dunia baterai itu semakin ketat, maka harga baterai akan, kompetisinya akan tinggi dan harga akan turun," tuturnya. Indonesia juga disebut memiliki peran strategis karena tengah membangun ekosistem manufaktur baterai secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir. "Apalagi Indonesia nanti akan memproduksi baterai. Kalau baterai sebagai komponen 40 persen dari mobil listrik itu turun, maka bisa dipastikan mobil listrik itu akan jatuh, turun ke bawah," jelasnya. Ilustrasi pengisian baterai mobil listrik Tak hanya itu, dinamika pasar dan masuknya banyak pemain baru diyakini akan menciptakan tekanan harga yang lebih kompetitif. "Jadi kita tidak usah khawatir. Ya pasti dengan sendirinya mobil listrik akan lebih murah. Apalagi ditambah lagi kompetisi yang luar biasa sekarang ini," katanya. "Maka sebenarnya ini masyarakat menikmati haknya untuk bisa membeli mobil listrik yang murah," ujar Moeldoko. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang