Penjualan mobil listrik secara global turun pada bulan Februari 2026. Penurunan penjualan ini dipercaya imbas dari berakhirnya program insentif dari pemerintah di berbagai negara untuk kendaraan ramah lingkungan tersebut.Dikutip Reuters, data dari perusahaan konsultan Benchmark Mineral Intelligence (BMI) mencatat, penjualan kendaraan listrik secara global turun 11 persen bulan lalu. Hal ini karena penurunan penjualan terbesar di China sejak awal pandemi COVID-19.Pemerintah di seluruh dunia melakukan 'pengereman' terhadap kebijakan yang dirancang untuk mendorong pembelian mobil listrik. Salah satunya China, yang telah menyudahi pendanaan untuk program tukar tambah mobil. Pembebasan pajak atas pembelian mobil listrik di negara tersebut juga telah berakhir pada akhir tahun lalu. China sebagai pasar kendaraan listrik terbesar di dunia mencatat penurunan registrasi mobil listrik dan plug-in hybrid sebesar 32% pada bulan Februari 2026 dibanding tahun lalu. Hal itu sejalan dengan penurunan penjualan mobil secara keseluruhan sebesar 34% pada bulan tersebut yang dicatat oleh Asosiasi Produsen Otomotif China."Konsumen sangat sensitif terhadap harga," kata manajer data BMI, Charles Lester.Sebanyak 1,05 juta kendaraan listrik terjual di dunia pada bulan Februari. Angka itu menjadi penjualan terendah dalam dua tahun terakhir.Pasar Amerika Utara menyusut sebesar 35% menjadi kurang dari 90.000 kendaraan listrik terjual. Penjualan mobil listrik di Amerika Utara turun untuk bulan kelima berturut-turut setelah berakhirnya skema kredit pajak kendaraan listrik di Amerika Serikat pada September lalu dan usulan dari pemerintahan Presiden Donald Trump untuk lebih memangkas standar emisi CO2.