Harga mobil listrik mulai naik, salah satunya dari Wuling. Hal ini disebabkan berakhirnya insentif fiskal PPN DTP (Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah)."Saat ini harga yang dipasarkan merupakan harga on the road tanpa dipotong PPN," kata Direktur Pemasaran PT Wuling Motors Ricky Christian di Jakarta, belum lama ini. Berhentinya insentif berdampak langsung pada banderol harga kepada konsumen, termasuk untuk model populer dari Wuling Motors, yakni Air EV, Cloud EV, dan BinguoEV. Tanpa diskon PPN 10%, harga mobil listrik kembali ke tarif normal alias konsumen wajib membayar PPN penuh sebesar 12 persen."Kami mengikuti dengan regulasi yang berlaku, apabila tidak ada regulasi PPN, kita pasarkan on the road saja," jelas dia.Sebelumnya pemerintah memberikan insentif PPN DTP atas mobil listrik melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 12 Tahun 2025. Kendaraan listrik produksi lokal dengan TKDN tertentu berhak mendapatkan PPN DTP.Jadi, PPN yang ditanggung pembeli lebih kecil. Insentif ini bisa dinikmati beberapa produsen yang memenuhi persyaratan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimal 40 persen yaitu Wuling, Hyundai, MG, Chery, dan Neta. Dengan demikian deretan mobil listrik yang memenuhi syarat TKDN itu hanya dikenai PPN 2 persen. Namun insentif ini berakhir pada 31 Desember 2025.Berikut ini daftar harga mobil listrik Wuling:Air EV Standar: Rp 214 JutaanAir EV Lite Long Range: Rp 215 JutaanAir EV Pro Long Range: Rp 307 jutaanBinguo EV Lite: Rp 318 JutaanBinguo EV Pro: Rp 363 JutaanCloud EV Lite: Rp 415 JutaanCloud EV Pro: Rp 443 JutaanDarion EV: Rp 399 JutaMitra EV: Rp 328 Juta