Perjalanan ratusan kilometer dari Jakarta menuju Yogyakarta berhasil dilalui Wuling Eksion PHEV tanpa kendala dalam kegiatan media drive bertajuk ‘Exploring Family Journeys’. Kegiatan ini juga sekaligus jadi ajang pembuktian Eksion PHEV yang datang sebagai sport utility vehicle (SUV) 7-seater berteknologi elektrifikasi, baik dari sisi performa, kenyamanan, sampai efisiensi bahan bakar. “Dalam perjalanan ini, rekan media dapat merasakan bagaimana teknologi Ling Power bekerja secara cerdas dalam mengatur penggunaan tenaga listrik dan mesin bensin sesuai kebutuhan berkendara," ujar Danang Wiratmoko, Product Communication Manager Wuling Motors, Kamis (4/6/2026). Jakarta - Purwokerto Memulai perjalanan dari kawasan Ampera, Jakarta Selatan, rute yang disajikan cukup bervariasi. Dari kepadatan lalu lintas perkotaan, jalan tol, jalan arteri lintas kota, sampai jalur perbukitan yang punya karakter berkelok, menanjak, dan menurun. Satu unit Eksion PHEV tipe EX yang merupakan varian tertinggi diisi empat jurnalis dengan berat badan serta barang bawaan berbeda-beda. Road trip Wuling Eksion PHEV Jakarta-Yogyakarta Purwokerto menjadi destinasi awal sekaligus tujuan dengan jarak tempuh terjauh dalam pengetesan kali ini. Dengan kondisi lalu lintas perkotaan yang padat ketika memulai perjalanan untuk masuk ke tol, tim memilih EV Max sebagai mode energi, di mana mobil sepenuhnya berjalan dari tenaga baterai alias listrik murni tanpa peran mesin bensin. Perlu diketahui, ketika awal perjalanan, trip meter sudah di-reset, sementara kondisi bahan bakar terisi penuh alias full tank 1.000 km serta baterai 118 km. Total jarak tempuh Eksion PHEV di awal mencapai 1.118 km. Singkat cerita, ketika memasuki ruas Tol Cipali, kondisi baterai sudah mulai menurun dan mode energi berganti menjadi hybrid untuk seterusnya kami gunakan sampai akhir perjalanan. Trip meter Wuling Eksion PHEV Jakarta-Yogyakarta Cara kerja mode hybrid cukup umum dan menjadi yang paling praktis karena selain menjaga efisiensi bahan bakar, sistem juga ikut menjaga pengisian baterai agar seimbang menyesuaikan kebutuhan saat berkendara. Soal kenyamanan, saat menjadi penumpang di baris kedua tak ada komplain terkait ruang kaki dan kepala karena masih nyaman untuk tinggi badan saya yang sekitar 180 cm. Demikian juga soal kesenyapan kabin yang membuat perjalanan semakin menyenangkan. Bicara soal performa, meski tanpa turbo, mesin bensin 1.500 cc yang digunakan Eksion PHEV masih cukup responsif. Hal ini saya rasakan ketika mendapat kesempatan berkendara dalam kondisi lalu lintas lengang. Wuling Eksion PHEV Jakarta-Yogyakarta Ketika pedal gas sedikit diinjak lebih dalam pada mode berkendara Sport, tenaga terasa langsung terisi yang membuat laju mobil bergerak lebih cepat menyesuaikan kebutuhan. Tak butuh waktu lama untuk Eksion PHEV menyentuh kecepatan di atas 100 kpj. Purwokerto - Wonosobo - Kulon Progo Sampai di Purwokerto, road trip dengan Wuling Eksion PHEV berlanjut menuju Kulon Progo, Yogyakarta, yang jadi titik akhir. Tapi sebelumnya, rombongan akan menjajal rute perbukitan kawasan Wonosobo. Melewati rute dengan jalan bergelombang dan berlubang menjadi tantangan menarik untuk mengetahui seberapa nyaman suspensi Eksion PHEV sebagai sebuah SUV keluarga. Hasilnya, meski guncangan masih terasa, namun tak sampai mempengaruhi kestabilan kemudi. Wuling Eksion PHEV Jakarta-Yogyakarta Berikutnya, performa mesin 1.500 cc yang diklaim memiliki tenaga 105 Tk dan torsi 130 Nm kembali diuji melewati jalur perbukitan dengan dominasi rute yang berkelok, serta tanjakan dan turunan. Lagi-lagi, kondisi tersebut tak membuat Eksion PHEV kesulitan. Bahkan cukup dengan mengandalkan mode ECO saja sudah bisa dilalui tanpa hambatan. Hasil Total jarak tempuh perjalanan dari Jakarta menuju Purwokerto dan selesai di Kulon Progo bersama Wuling Eksion PHEV dari layar odometer menunjukkan angka 627,3 km. Menariknya, bahan bakar yang tersisa untuk perjalanan berikutnya masih tinggi, yakni 534 km dengan kondisi sisa baterai 29 km. Artinya, dengan jarak tempuh 627,3 km, bahan bakar yang terpakai tidak sampai setengahnya dari kondisi awal di 1.000 km. Selain itu, kalau kembali ke Jakarta melewati rute yang sama, Eksion PHEV juga sama sekali tak membutuhkan pengisian bahan bakar. Hasil perjalanan Wuling Eksion PHEV Jakarta-Yogyakarta Sementara untuk rata-rata konsumsi bahan bakar berada di kisaran 24 kilometer per liter (KPL). Artinya, satu liter bensin yang digunakan bisa membawa Eksion PHEV melaju sekitar 24 km. Untuk sebuah SUV 7-seater, Eksion PHEV cukup irit soal konsumsi bahan bakar. Apalagi mengingat rute perjalanan yang dilalui, bobot kendaraan dan penumpang, juga karakter gaya berkendara masing-masing media selama perjalanan. Namun demikian, hasil ini tak bisa dijadikan patokan baku karena bisa saja pengujian satu dengan lainnya berbeda. Selain itu, ada banyak faktor yang mempengaruhi efisiensi bahan bakar, seperti bobot penumpang dan bawaan, kondisi mesin, rute, dan yang tak kalah penting adalah gaya berkendara. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang