Jika Wuling selama ini dikenal lewat mobil kelas menengah, maka arah pengembangan berikutnya tampaknya akan naik kelas. Salah satu sinyal terkuat datang dari Huajing S, SUV flagship hasil kolaborasi SGMW (SAIC-GM-Wuling) bersama Huawei yang berkesempatan saya coba langsung di Baojun Proving Ground, Liuzhou, China. Model ini menarik bukan hanya karena ukurannya yang besar atau performa plug-in hybrid (PHEV)-nya, tetapi juga karena menjadi representasi bagaimana SGMW mulai menggabungkan pengalaman membuat kendaraan dengan ekosistem teknologi pintar milik Huawei. Kehadiran Huajing S sejalan dengan sinyal dari Wuling Motors Indonesia yang tengah mempelajari peluang menghadirkan SUV flagship sebagai pelengkap lini produk mereka di Tanah Air. SUV Besar dengan Aura Premium Begitu melihatnya secara langsung, Huajing S langsung terasa berbeda dibandingkan produk Wuling yang selama ini dijual di Indonesia. Dimensinya besar dengan panjang 5.235 mm, lebar 1.999 mm, tinggi 1.800 mm, serta wheelbase mencapai 3.105 mm. Angka tersebut membuatnya bermain di kelas SUV premium enam penumpang dengan kabin yang benar-benar lega. Layout enam kursi juga membuat akses ke baris kedua maupun ketiga terasa lebih nyaman dibanding konfigurasi tujuh penumpang konvensional. Desain eksteriornya dibuat lebih elegan daripada agresif. Garis bodi bersih, lampu depan tipis, serta proporsi bodi yang panjang membuat tampilannya lebih mendekati SUV premium Eropa dibanding SUV China yang identik dengan desain ramai. Huajing S yang disiapkan buat Indonesia Mesin 1.5 Turbo PHEV Unit yang saya coba merupakan Huajing S varian AWD Qiankun Premium Edition. Di balik kap mesinnya terdapat mesin 1.5 liter turbocharged berkode LBT yang menghasilkan tenaga 143 PS dan torsi 220 Nm. Mesin tersebut dipadukan sistem Plug-in Hybrid dengan motor listrik ganda pada varian AWD. Hasilnya cukup mengejutkan. Akselerasi 0-100 kpj hanya 5,2 detik , sedangkan kecepatan puncak mencapai 190 kpj. sementara konsumsi bahan bakar saat baterai habis tetap diklaim berada di kisaran 6,98 liter/100 km (WLTC). Karakter berkendaranya lebih mengutamakan kenyamanan, namun ketika pedal gas diinjak lebih dalam, dorongan motor listrik langsung terasa instan tanpa jeda turbo yang mengganggu. Huawei Jadi Pembeda Utama Inilah bagian yang membuat Huajing S berbeda. Kolaborasi SGMW dengan Huawei bukan sekadar memasang layar besar atau sistem hiburan baru, tetapi masuk ke inti pengalaman berkendara. Teknologi Huawei menghadirkan ekosistem kendaraan pintar mulai dari sistem operasi, konektivitas, antarmuka digital hingga fitur bantuan berkendara canggih. Respons layar terasa sangat cepat, perpindahan menu halus, dan pengalaman menggunakan berbagai fungsi kendaraan terasa lebih menyerupai menggunakan smartphone premium dibanding mobil konvensional. Selama pengujian, sistem bantuan pengemudi juga bekerja halus, terutama saat menjaga lajur maupun membaca kondisi lalu lintas. Pendekatan seperti ini menunjukkan bahwa Huawei tidak hanya menjadi pemasok perangkat lunak, tetapi ikut membangun pengalaman pengguna secara menyeluruh. Kabin Mirip Lounge Masuk ke dalam kabin, kesan premium langsung terasa. Posisi duduk tinggi khas SUV dipadukan material soft touch di banyak area. Konfigurasi enam kursi memberikan ruang personal yang besar untuk penumpang. Baris kedua menjadi area paling nyaman karena menghadirkan captain seat dengan ruang kaki sangat lega. SUV ini memang lebih ditujukan sebagai kendaraan keluarga premium ataupun eksekutif yang menginginkan kenyamanan perjalanan jauh. Saat dicoba di proving ground, suspensi menjadi salah satu aspek yang paling menonjol. Mobil mampu meredam sambungan jalan maupun permukaan bergelombang dengan sangat baik. Meski berbodi besar, karakter setir tetap ringan ketika digunakan bermanuver. Radius putarnya juga tergolong baik untuk ukuran SUV sepanjang lebih dari lima meter, sehingga tidak terasa merepotkan ketika digunakan di area sempit. Perpaduan mesin turbo, motor listrik, dan pengaturan suspensi membuat Huajing S terasa sebagai SUV yang tidak hanya nyaman dikendarai sopir, tetapi juga menyenangkan bagi pemilik yang ingin mengemudi sendiri. Pengujian Huajing S di Baojun Proving Ground, Liuzhou, China Sinyal Kuat untuk Indonesia? Dari seluruh rangkaian media visit ke fasilitas SGMW di Liuzhou, Huajing S menjadi salah satu produk yang menarik perhatian. Selama ini Wuling Indonesia dikenal kuat di segmen kendaraan listrik terjangkau dan MPV keluarga. Namun pasar otomotif Indonesia kini mulai bergeser ke SUV premium berteknologi tinggi. Jika benar nantinya SGMW membawa Huajing S atau produk sekelasnya ke Indonesia, maka persaingan akan semakin menarik. SUV ini berpotensi berhadapan dengan berbagai pemain Plug-in Hybrid premium asal China. Nilai jual utamanya bukan hanya teknologi PHEV, tetapi juga integrasi teknologi Huawei yang hingga kini masih menjadi salah satu ekosistem kendaraan pintar paling maju dari China.