Wuling Eksion PHEV sedang mengecharge baterai yang berkapasitas 20,5 kWh Bagi pemilik atau calon pembeli mobil listrik (EV), Hybrid atau PHEV, baterai sering kali menjadi komponen yang paling bikin dikhawatirkan.karena sebagai "jantung" dari mobil listrik, komponen baterai menyumbang porsi harga paling besar dari keseluruhan unit kendaraan.Lantas, bagaimana kalau baterai mobil listrik bermasalah bahkan sampai rusak? Semisal pada Wuling Eksion EV ataupun PHEV? "Konsumen tidak perlu khawatir yang berlebihan jika baterai mengalami kerusakan baik Wuling Eksion yang EV atau PHEV," ujar Danang Wiratmoko, Product Communication Manager Wuling Motors, saat berbincang dengan OtoHub di acara Media Drive Wuling Eksion Exploring Family Journeys Jogja menuju Jakarta. (10/6).Ia menambahkan, Wuling memberi garansi baterai lifetime yang kompetitif, asalkan konsumen mengikuti panduan dari kami perihal perawatan berkala dibengkel resmi Wuling.Baca Juga:Danang Wiratmoko, Product Communication Manager Wuling MotorsSelain itu, apa sih tanda-tanda baterai mobil listrik rusak?1. Diawali dengan baterai EV terindikasi mengalami penurunan performa drastis atau kerusakan. Umumnya sistem Battery Management System (BMS) pada mobil listrik modern sudah sangat pintar dan akan memberikan peringatan dini melalui instrument cluster di dasbor.2. Lalu daya jangkau mobil berkurang drastis secara tiba-tiba, padahal indikator baterai menunjukkan kapasitas penuh (100%).3. Baterai menolak untuk diisi daya (charging), atau proses pengisian berhenti di persentase tertentu sebelum penuh.4. Muncul logo baterai berwarna kuning atau merah, atau teks peringatan seperti "Electrical System Error".5. Tidak ada tenaga pada mobil, akselerasi tertahan atau bahkan masuk ke Limp Mode (mode darurat dengan kecepatan sangat terbatas).