Kehadiran mobil listrik dengan harga terjangkau mulai menarik konsumen yang sebelumnya menggunakan mobil bermesin bensin. Salah satunya Muchyarul Umam (33), warga Ciputat, Tangerang Selatan, yang memutuskan membeli Wuling Aira EV sebagai mobil listrik pertamanya di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Muchyarul sebelumnya menggunakan Honda HR-V. Namun, untuk kendaraan keduanya atau yang bakal dipakai istrinya, ia memilih mobil listrik berukuran ringkas yang dinilai lebih efisien dan praktis digunakan untuk aktivitas sehari-hari. "Yang pertama saya beli memang untuk istri, kan satu mobil yang mungil, kedua kita menghemat bahan bakar minyak dan dirasa ini space-nya juga enggak terlalu besar ya kayak mobil umumnya," ujar Muchyarul kepada Kompas.com di GIIAS 2026. Menurut dia, Aira EV memiliki sejumlah keunggulan yang sesuai dengan kebutuhan keluarganya. Salah satunya adalah konfigurasi empat pintu yang membuat akses penumpang lebih praktis. Selain itu, Aira EV sudah mendukung fast charging. Hal tersebut menjadi pertimbangan karena Muchyarul tidak ingin terlalu bergantung pada pengisian daya di rumah. Tak mau menunggu inden, Muchyarul Umam membeli Wuling Aira EV secara cash di GIIAS 2026 dan langsung membawa pulang mobil listrik pertamanya. Harga Jadi Pertimbangan Utama Sebelum membeli Aira EV, Muchyarul sempat mempertimbangkan sejumlah mobil listrik lain. Wuling Aira EV akhirnya dipilih karena menawarkan kombinasi harga, ukuran, dan kepraktisan yang sesuai kebutuhan. "Pertama pasti harga. Harga dia under Rp 200 juta ya," kata Muchyarul. Selain harga, konfigurasi empat pintu menjadi pembeda yang membuatnya lebih yakin. Sebelumnya, ia sempat mempertimbangkan mobil listrik mungil lain yang menggunakan dua pintu. Menurut Muchyarul, mobil dengan dua pintu membuat akses menuju baris kedua kurang praktis. Sementara Aira EV memiliki ukuran yang relatif kompak, tetapi sudah menggunakan empat pintu. Wuling Aira EV resmi meluncur dengan harga mulai Rp 155 juta "Yang kedua memang ukurannya sih karena tadinya kita mau ambil memang karena itu, mikirnya adalah (Air EV) dua pintu, masih AC Charging dan belum ada fast charging. Nah kebetulan si Aira ini kan empat pintu, fast charging," ujarnya. Untuk pengisian daya, Muchyarul juga belum memasang wall charger di rumah. Saat ini ia masih mengandalkan portable charger dan mempertimbangkan pemasangan wall charger berdasarkan frekuensi penggunaan mobil. Jika penggunaan sehari-hari tidak terlalu sering, ia menilai keberadaan SPKLU di sekitar lingkungan justru bisa menjadi alternatif yang lebih praktis karena proses pengisian lebih cepat. Tak perlu menunggu inden, konsumen bisa beli Wuling Aira EV di GIIAS 2026 dan langsung membawa pulang. Beli Tunai karena Tak Mau Menunggu Inden Berbeda dengan sebagian konsumen mobil baru yang memilih skema kredit, Muchyarul membeli Aira EV secara tunai. "Alhamdulillah cash," kata dia. Selain metode pembayaran, program Deal & Drive yang ditawarkan Wuling di GIIAS 2026 juga menjadi salah satu alasan dirinya memutuskan membeli mobil tersebut. Melalui program tersebut, konsumen yang melakukan transaksi bisa langsung membawa pulang unit yang tersedia. Menurut Muchyarul, hal ini menjadi keuntungan karena tidak perlu menunggu masa inden seperti yang kerap terjadi pada mobil baru. Wuling Aira EV GIIAS 2026 "Kita enggak perlu inden kan. Misalnya mobil baru kan inden sampai empat bulan bahkan sampai enam bulan kalau peminatnya tinggi kan. Nah, ini kita beli, deal, langsung bawa pulang, bisa dipakai karena sudah dengan surat jalan," ujar Muchyarul. Ia juga mengaku sempat mengincar Aira EV dengan pilihan desain kolaborasi Toy Story. Namun, unit tersebut sudah habis ketika dirinya melakukan pembelian. Dari sisi merek, Muchyarul menilai Wuling memberikan rasa aman karena sudah lebih dulu hadir di Indonesia dibandingkan sejumlah merek China yang baru masuk pasar. Wuling Aira EV resmi meluncur dengan harga mulai Rp 155 juta. Ia juga mempertimbangkan keterlibatan Wuling dalam pengembangan dan produksi baterai di Indonesia ,sebagai salah satu faktor yang membuatnya lebih percaya terhadap penggunaan mobil listrik dalam jangka panjang. Bagi Muchyarul, Aira EV bukan sekadar kendaraan kedua, tetapi menjadi langkah pertamanya beralih ke kendaraan listrik dengan pertimbangan utama berupa efisiensi, harga, kepraktisan, serta kemudahan mendapatkan unit tanpa harus menunggu lama.