JAKARTA, KOMPAS.com – Mobil listrik mungil kerap dipilih sebagai kendaraan harian karena dimensinya yang kompak dan mudah digunakan untuk aktivitas perkotaan. Hal itu juga yang membuat seorang pemilik Wuling Aira EV, pria yang dikenal melalui akun Instagram Bapack-bapack Kalcer, memilih mobil listrik tersebut sebagai kendaraan sehari-hari. Wuling Aira EV miliknya merupakan unit tahun 2026 yang dibeli saat ajang pameran Gaikindo Indonesia International Motor Show (GIIAS). Mobil tersebut memang dipersiapkan untuk kebutuhan harian, mulai dari mengantar anak sekolah, pergi ke gym, hingga aktivitas keluarga lainnya. "Awalnya saya dan istri lagi nyari mobil daily car buat anter jemput anak sekolah, gym dan les renang, yang simple kecil dan gampang di setirnya karena buat keperluan istri paling banyak. Nah pas di GIIAS kemarin pas Wuling rilis Aira EV dan istri anak langsung jatuh cinta. Yasudah, kita langsung SPK," ujarnya, kepada Kompas.com, Minggu (15/8/2026). Wuling Aira EV Tak Ingin Tampil Standar Pabrikan Meski digunakan sebagai mobil harian keluarga, Bapack-bapack Kalcer mengaku tidak ingin membiarkan Aira EV tampil standar seperti unit kebanyakan.Menurutnya, modifikasi dilakukan agar mobil memiliki karakter tersendiri ketika digunakan di jalan. "Saya ga suka ori-an pabrik, meskipun istri yang bakalan sering pakai, tapi tetep harus kece dan kalcer dong. Biar punya ciri khas tersendiri di jalanan," kata dia. Konsep modifikasi yang dipilih pun tidak mengubah fungsi utama mobil. Ia mengusung tema "Daily Use, Fun to Drive & Good Looking". Konsep tersebut dipilih agar Aira EV tetap nyaman digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, namun memiliki tampilan yang lebih menarik. "Konsepnya simpel sih, 'Daily Use, Fun to drive & Good Looking'. Tidak mau mengorbankan fungsionalitas, karena itu tetap prioritas," ujarnya. Wuling Aira EV Pakai Pelek Retro Buatan Australia Pada bagian eksterior, modifikasi paling terlihat berada di sektor kaki-kaki, khususnya penggunaan pelek aftermarket. Bapack Kalcer memilih pelek lawas Maristar CSA buatan Australia yang diproduksi pada 1989. Menurutnya, desain retro dari pelek tersebut cocok dengan karakter Wuling Aira EV yang memiliki bentuk mungil dan modern. "Karena mobil ini imut dan punya bentuk retro look, akhirnya mengambil velg besutan lawas tahun 1989 Maristar CSA buatan Australia. Dengan bentuknya yang simple, retro vibe-nya dapet, saya rasa cocok banget di Aira EV ini," jelasnya. Pelek tersebut menggunakan ukuran R15 dengan lebar 7 inci dan offset 38. Kombinasi tersebut dipadukan dengan ban Accelera PHI berukuran 195/45. Menariknya, ubahan tersebut dapat langsung terpasang tanpa melakukan perubahan pada bagian lain. "Dengan spek R15 lebar 7 inch dan offset 38, dan ban Accelera PHI 195/45 langsung pas klop tanpa ubah apapun," kata dia. Wuling Aira EV Tambah Roof Box untuk Keperluan Keluarga Selain mengubah tampilan, modifikasi juga dilakukan untuk meningkatkan sisi kepraktisan. Mengingat kapasitas bagasi Wuling Aira EV yang terbatas, ia menambahkan crossbar merek BFR yang dipadukan dengan roof box RMX berkapasitas 300 liter. Penambahan tersebut dilakukan agar mobil tetap bisa digunakan untuk kebutuhan keluarga, terutama saat membawa banyak barang. "Karena Aira bagasinya sangat terbatas, saya crossbar merek BFR dan dipasangkan Roof Box RMX 300L. Jadi seandainya keluarga butuh belanja bulanan yang banyak ga pusing naro barang," ujarnya. Dengan ubahan sederhana tersebut, Wuling Aira EV miliknya kini tampil berbeda tanpa menghilangkan fungsi utamanya sebagai mobil listrik mungil untuk aktivitas sehari-hari.