Morris Garage (MG) baru saja meluncurkan MG Hector Tomahawk di India, SUV tiga baris yang hadir dengan pilihan mesin listrik murni (BEV) dan plug-in hybrid (PHEV). Menariknya, model ini bukan benar-benar produk baru dari MG. MG Hector Tomahawk merupakan kembaran dari Wuling Eksion yang sudah lebih dulu diperkenalkan sebagai salah satu model baru Wuling di Indonesia. MG Hector Tomahawk merupakan hasil rebadge dari Wuling Starlight 560 (nama Eksion untuk pasar China), model yang diperkenalkan pada akhir 2025 dan mulai masuk pasar China pada awal 2026. Sementara itu, nama Hector Tomahawk memang terdengar memiliki hubungan dengan MG Hector bermesin konvensional. Namun faktanya, keduanya tidak berbagi basis maupun komponen. MG hanya menggunakan nama Hector untuk model SUV barunya di India. Desain MG Hector Tomahawk Mirip Wuling Eksion Secara tampilan, MG Hector Tomahawk memiliki desain yang sangat mirip dengan Wuling Eksion. Perbedaan utama terlihat pada bagian wajah, khususnya desain gril dan bumper depan. Untuk versi PHEV, MG memberikan tampilan dengan bagian depan sewarna bodi, lubang udara pendingin yang lebih besar, tambahan aksen hitam di beberapa bagian, serta pelindung bawah bergaya aluminium. MG Hector Tomahawk Sementara versi EV tampil lebih sederhana dengan desain depan yang lebih kotak. Jika dilihat sekilas, maka tampilannya hampir tidak berbeda dengan model Wuling yang menjadi basisnya. Dari sisi dimensi, SUV ini memiliki panjang 4.745 mm, jarak sumbu roda 2.810 mm, dan ground clearance 230 mm. Ukuran tersebut membuat MG Hector Tomahawk masuk kategori SUV keluarga dengan kabin lega dan menawarkan konfigurasi hingga tiga baris kursi. Kabin Muat Tiga Baris, Punya Fitur AI Karaoke Masuk ke dalam kabin, MG Hector Tomahawk menawarkan pilihan konfigurasi dua atau tiga baris tempat duduk. Dalam konfigurasi lima penumpang, kapasitas bagasi mencapai 610 liter. Namun ketika kursi baris ketiga digunakan, ruang bagasi berkurang menjadi 192 liter. Fitur yang tersedia juga cukup lengkap. SUV ini dibekali layar infotainment berukuran 15,6 inci, panel instrumen digital 8,8 inci, kontrol gestur untuk layar sentuh, panoramic sunroof dua panel, ambient lighting dengan 256 warna, serta sistem audio dengan 10 speaker. Salah satu fitur menariknya adalah asisten berbasis AI yang sudah dilengkapi mode karaoke. Pengguna bisa memilih lebih dari 8.000 lagu dari berbagai genre yang tersedia. MG Hector Tomahawk MG Hector Tomahawk EV Punya Jarak Tempuh 500 Km Untuk versi listrik murni, MG Hector Tomahawk EV menggunakan satu motor listrik yang dipasang di bagian depan. Motor tersebut menghasilkan tenaga 201 hp dan mendapat suplai energi dari baterai berkapasitas 69,2 kWh. Dengan baterai tersebut, MG mengklaim Hector Tomahawk EV mampu menempuh jarak lebih dari 500 km dalam sekali pengisian daya. Mobil ini juga mendukung pengisian cepat DC hingga 90 kW serta memiliki fitur Vehicle-to-Load (V2L) dan Vehicle-to-Home (V2H). Sementara versi plug-in hybrid (PHEV) menggunakan mesin bensin naturally aspirated 1.5 liter yang dipadukan dengan motor listrik dan baterai berkapasitas 20,5 kWh. Total jarak tempuh gabungan MG Hector Tomahawk PHEV mencapai lebih dari 1.100 km. Khusus mode listrik, mobil ini mampu berjalan sejauh 115 km. MG Hector Tomahawk Harga MG Hector Tomahawk di India Mengutip Carscoops, Kamis (27/8/2029), di India, MG Hector Tomahawk EV dijual mulai dari 19,49 lakh rupee India atau sekitar Rp 355 juta hingga 23,49 lakh rupee India atau sekitar Rp 430 juta. Sementara untuk versi PHEV, harga mulai dari 25,70 lakh rupee India atau sekitar Rp 477 juta. Pengiriman MG Hector Tomahawk EV akan dimulai pada September, kemudian versi PHEV menyusul pada November. Dengan statusnya sebagai kembaran Wuling Eksion, kehadiran MG Hector Tomahawk menarik perhatian, terutama jika melihat strategi merek China yang semakin sering menghadirkan satu model dengan nama berbeda untuk pasar yang berbeda.