Wuling Aira ev menjadi salah satu pilihan mobil listrik berukuran ringkas untuk penggunaan harian di perkotaan. Namun, seperti kendaraan lainnya, mobil listrik mungil ini memiliki kelebihan sekaligus kekurangan yang dirasakan pemilik setelah digunakan sehari-hari. Hal tersebut dirasakan Muchyarul Umam (33), pemilik Wuling Aira ev asal Tangerang Selatan. Selama kurang lebih satu bulan menggunakan mobil tersebut, ia merasakan sejumlah keuntungan, terutama dari sisi kepraktisan dan biaya operasional. Tak mau menunggu inden, Muchyarul Umam membeli Wuling Aira EV secara cash di GIIAS 2026 dan langsung membawa pulang mobil listrik pertamanya. Hemat dan Mudah untuk Harian “Bodi Wuling Aira ev ringkas bikin mobil mudah dikendarai dan bermanuver di jalan perkotaan. Ukurannya juga memudahkan ketika harus mencari tempat parkir,” ujar Umam, kepada Kompas.com, Kamis (24/9/2026). Salah satu keuntungan yang paling terasa adalah biaya pengisian daya. Untuk kebutuhan rutin antar-jemput sekolah dan anak les, ia hanya mengeluarkan sekitar Rp 50.000 hingga Rp 70.000 per minggu untuk pengisian di SPKLU. Mobil ini juga sudah mendukung fast charging, sehingga pengisian daya relatif praktis. Akses ke baris kedua pun cukup mudah karena Aira ev memiliki konfigurasi empat pintu. Wuling Aira Ev Nyaman tapi Kurang Mantap saat Ngebut Di balik kepraktisannya, Umam menemukan beberapa kekurangan ketika mobil digunakan di luar karakter utamanya sebagai kendaraan perkotaan. Saat melaju di jalan tol pada kecepatan 90-100 Kpj, bodi mobil terasa limbung dan mudah terempas angin ketika berpapasan dengan bus atau truk besar. Berdasarkan pengalaman Umam, kecepatan maksimal mobil juga terkunci di sekitar 101 Kpj saat melaju kencang. Test drive Wuling Aira EV Selain itu, pendinginan AC terasa berkurang ketika mobil dipacu dalam kecepatan tinggi. Posisi mengemudi juga dinilai kurang ideal karena jarak jok dengan pedal terlalu dekat, sementara pedal rem dan gas terasa berdekatan. Umam juga menilai kaca film bawaan kurang mampu menahan panas sehingga memilih menggantinya dengan produk aftermarket. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah ketentuan garansi lifetime. Berdasarkan pengalaman dan pemahamannya terhadap ketentuan kendaraan, modifikasi tertentu seperti kelistrikan, retract spion, atau penggantian pelek dapat memengaruhi garansi. Pemakaian mobil kabarnya juga dibatasi maksimal hanya 30.000 km per tahun, agar garansi tidak hangus. Wuling Aira Ev Kesimpulan Kelebihan Wuling Aira ev:- Bodi ringkas dan mudah bermanuver.- Biaya pengisian daya harian sangat hemat.- Mendukung fast charging.- Akses baris kedua praktis dengan empat pintu.- Mudah diparkir dan cocok untuk penggunaan dalam kota. Kekurangan Wuling Aira ev:- AC terasa kurang dingin saat melaju kencang.- Spion masih diatur dan dilipat secara manual.- Ergonomi pedal dan posisi mengemudi dinilai kurang nyaman.- Ketentuan garansi lifetime memiliki sejumlah persyaratan ketat.- Kaca film bawaan kurang menahan panas.