Mobil listrik mulai menjadi pilihan bagi sebagian konsumen yang ingin menekan biaya operasional kendaraan sehari-hari. Salah satu pengguna Wuling Eksion, Vemri Ardhika Handoyo, membagikan pengalamannya setelah hampir dua bulan menggunakan mobil listrik tiga baris tersebut untuk kebutuhan sehari-hari. Selama periode tersebut, Vemri mengatakan jarak tempuh Wuling Eksion miliknya sudah mencapai sekitar 1.500 kilometer. Dari sisi biaya energi, Vemri mengaku hanya mengeluarkan sekitar Rp 120.000 per minggu untuk mengisi daya mobil listrik tersebut. “Sekarang Rp 120.000 per minggu. Kalau dulu pakai Fortuner Rp 400.000 per minggu isi solar, dan Rp 1 juta per minggu isi Dex atau Dexlite,” kata Vemri kepada Kompas.com, belum lama ini. Jika dihitung berdasarkan pemakaian selama sekitar dua bulan atau delapan minggu, biaya listrik yang dikeluarkan Vemri untuk Wuling Eksion mencapai sekitar Rp 960.000. Wuling Eksion milik Vemri Ardhika Handoyo. Angka tersebut merupakan perkiraan berdasarkan pengeluaran Rp 120.000 per minggu dan dapat berbeda tergantung pola penggunaan serta kebutuhan pengisian daya. Pajak Wuling Eksion Selain biaya energi, Vemri juga memperhitungkan biaya pajak tahunan kendaraan.Untuk Wuling Eksion, Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang harus dibayarkan sebesar Rp 0. Namun, pemilik tetap dikenakan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ). Rinciannya, SWDKLLJ sebesar Rp 143.000, biaya administrasi STNK Rp 200.000 dan biaya administrasi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) Rp 100.000. Dengan demikian, total biaya yang perlu disiapkan untuk pajak dan administrasi tahunan Wuling Eksion mencapai Rp 443.000. Jika dihitung dari penggunaan selama hampir dua bulan, biaya tersebut tentu belum sepenuhnya menjadi pengeluaran pada periode tersebut karena merupakan biaya tahunan kendaraan. Wuling Eksion milik Vemri Ardhika Handoyo. Alasan Beralih ke Mobil Listrik Vemri mengatakan keputusan menggunakan mobil listrik tidak hanya didasari pertimbangan biaya operasional. Menurutnya, faktor ramah lingkungan dan penghematan biaya menjadi alasan utama memilih kendaraan listrik. Selain itu, Vemri mengaku sudah tertarik menggunakan mobil listrik sebelum akhirnya memilih Wuling Eksion. Salah satu alasannya adalah kebutuhan terhadap kendaraan dengan kapasitas tiga baris. “Itu juga saya sudah mau ke listrik gara-gara Eksion itu tiga baris,” ujarnya. Dengan jarak tempuh yang sudah mencapai sekitar 1.500 kilometer dalam hampir dua bulan, Vemri pun merasakan langsung perbedaan biaya energi antara Wuling Eksion dan mobil diesel yang sebelumnya ia gunakan. Dengan biaya pengisian daya sekitar Rp 960.000 selama hampir dua bulan, Wuling Eksion memberikan pengalaman penggunaan yang relatif hemat bagi Vemri. Meski demikian, biaya kepemilikan kendaraan tetap perlu memperhitungkan perawatan, pajak, dan kebutuhan lainnya.