Wuling Motors memastikan akan mengikuti ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk mobil listrik yang berlaku di Indonesia. Pabrikan asal China tersebut menargetkan kandungan lokal kendaraan listriknya bisa mencapai 60 persen pada 2027. Marketing Director Wuling Motors Ricky Christian mengatakan, pihaknya saat ini tengah mengecek seluruh komponen yang digunakan pada mobil listrik untuk memastikan kesiapan memenuhi ketentuan tersebut. Ilustrasi mobil listrik Wuling di GIIAS 2024 "Iya, kejar (TKDN) 60 persen buat pasar Indonesia," ujar Ricky kepada Kompas.com (7/8/2026). Menurut dia, sejumlah komponen mobil listrik Wuling sudah menggunakan produk yang diproduksi atau bersumber dari dalam negeri. Salah satunya adalah baterai dan komponen interior. "Lagi dicek semua komponen, tapi beberapa kan emang sudah jalan ya. Seperti baterai dan interior," kata Ricky. Supplier park yang berada di area pabrik Wuling Motors Indonesia di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Gandeng 80 Pemasok Lokal Ricky mengatakan, Wuling juga telah menggandeng cukup banyak pemasok lokal untuk mendukung proses produksi kendaraan di Indonesia. Dengan fondasi tersebut, perusahaan tinggal meningkatkan penggunaan komponen lokal secara bertahap sesuai dengan peta jalan yang telah ditetapkan pemerintah. 300 unit Air ev mulai diberangkatkan menuju Bali sebagai Official Car Partner KTT G20 dari fasilitas pabrik Wuling Motors di Cikarang, Jawa Barat. Jawa Barat (Jabar) teratas dalam realisasi investasi. "Pokoknya kan sudah basis di sini lokalnya. Jadi kita akan ikuti road map-nya. Itu berarti sudah gandeng supplier lokal," ujarnya. Menurut Ricky, jumlah pemasok lokal yang bekerja sama dengan Wuling saat ini sudah mencapai lebih dari 80 perusahaan. Penggunaan komponen lokal tersebut tidak hanya menyasar kendaraan dengan mesin pembakaran internal, tetapi juga mulai diterapkan pada mobil listrik. Ilustrasi Wuling Aira EV di GIIAS 2026 Untuk beberapa komponen mobil listrik, Wuling menyebut proses lokalisasi sudah berjalan. Sementara komponen lainnya akan ditingkatkan secara bertahap agar target TKDN dapat terpenuhi. "Komponen mobil listrik beberapa sudah ada. Nanti juga akan bertahap juga ya," ujar Ricky. Salah satu komponen yang telah memiliki sumber lokal adalah ban. Wuling menyebut mayoritas ban yang digunakan produknya berasal dari produsen dalam negeri, salah satunya Gajah Tunggal. Pabrik perakitan Wuling di Liuzhou, China yang sudah berbasis AI dan robot. TKDN 60 Persen Berlaku Mulai 2027 Target Wuling tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mendorong peningkatan kandungan lokal kendaraan listrik di Indonesia. Regulasi TKDN sebesar 60 persen untuk mobil listrik roda empat dijadwalkan berlaku pada periode 2027 hingga 2029. Ketentuan tersebut tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2023, yang merupakan perubahan atas aturan sebelumnya mengenai percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai. Ilustrasi pabrik Wuling di Cikarang, Jawa Barat. Dengan aturan tersebut, produsen mobil listrik perlu meningkatkan penggunaan komponen yang berasal dari dalam negeri. Bagi Wuling, peningkatan TKDN juga menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat basis produksi lokal. Sejumlah komponen sudah menggunakan pemasok domestik, sementara komponen lainnya masih akan dilokalkan secara bertahap.