Setelah peluncuran resinya, hal yang paling membuat saya penasaran dari Wuling Aira EV bukan lagi desain atau harganya, melainkan bagaimana rasa berkendaranya di jalan raya. Setelah mendapat kesempatan menjajal langsung city car listrik ini, saya merasa Aira EV punya karakter yang cukup berbeda dibandingkan mobil listrik mungil kebanyakan. Menurut saya, Aira EV paling cocok dijadikan mobil kedua atau bahkan mobil ketiga di rumah. Meski bukan tidak mungkin juga jadi pilihan konsumen mobil pertama. Sebab, bisa menjadi teman ideal untuk mobilitas harian di dalam kota. Test drive Wuling Aira EV Posisi duduknya cukup nyaman dengan visibilitas yang luas. Setir terasa ringan sehingga mobil sangat mudah dikendalikan, baik saat bermanuver di jalan sempit maupun mencari parkir. Dibandingkan Air EV yang hanya memiliki dua pintu, konfigurasi empat pintu pada Aira EV juga membuat akses keluar-masuk kabin belakang jauh lebih praktis, terutama untuk keluarga kecil atau mahasiswa yang sering membawa teman. Tarikan Responsif, Manuver Lincah Di atas kertas, motor listrik Aira EV menghasilkan tenaga 30 kW atau sekitar 40 Tk dengan torsi 85 Nm. Angkanya memang terlihat kecil, tetapi saat dikendarai hasilnya cukup mengejutkan. Begitu pedal akselerator diinjak, respons mobil terasa sigap, terutama pada kecepatan 20-70 kpj. Bobot kendaraan yang ringan membuat torsi terasa lebih besar daripada angka spesifikasinya. Test drive Wuling Aira EV Kejutan lain datang dari sektor suspensi. Saya sempat mengira bantingannya akan keras mengingat dimensinya yang ringkas, tetapi kenyataannya justru cukup matang. Saat mobil dikendarai sendiri, suspensinya memang masih terasa agak kaku. Namun karakter tersebut tidak sampai mengganggu kenyamanan. Menurut saya, Aira EV justru terasa paling pas ketika diisi dua hingga tiga penumpang. Kemampuan manuvernya juga menjadi nilai lebih. Dengan radius putar 4,5 meter, mobil tetap sangat lincah saat harus berputar balik maupun parkir di ruang yang terbatas. Test drive Wuling Aira EV Ada Kekurangan, tetapi Tetap Menarik untuk Mobil Harian Meski memberikan kesan positif, bukan berarti Aira EV tanpa kekurangan. Suspensi depan masih terasa sedikit lebih keras dibandingkan bagian belakang saat melewati permukaan jalan yang kurang rata. Selain itu, performanya memang lebih cocok digunakan di dalam kota. Tenaga yang responsif pada kecepatan menengah belum tentu memberikan sensasi yang sama ketika digunakan untuk melaju dalam kecepatan tinggi atau perjalanan antarkota. Namun, saya cukup terkesan dengan pendingin kabinnya. Unit yang saya coba bahkan belum dipasangi kaca film, tetapi AC tetap mampu menjaga suhu kabin tetap dingin meski cuaca di luar cukup terik. Test drive Wuling Aira EV Hal menarik lainnya adalah posisi tuas transmisi yang ditempatkan di kolom setir sebelah kiri. Awalnya terasa sedikit asing, tetapi saya justru cepat beradaptasi karena tuas sein dan lampu tetap berada di sisi kanan seperti mobil-mobil Jepang pada umumnya. Secara keseluruhan, Wuling Aira EV berhasil memberikan impresi yang positif. Mobil ini memang bukan dirancang untuk perjalanan jauh atau performa tinggi, tetapi sebagai kendaraan harian di perkotaan. Aira EV menawarkan kombinasi kemudahan berkendara, kepraktisan, dan kenyamanan yang menurut saya cukup baik di kelasnya.