Persaingan SUV listrik di Indonesia semakin ramai. Tidak hanya diisi merek yang sudah lebih dulu hadir, sejumlah model baru juga terus bermunculan dengan pendekatan yang berbeda-beda. Salah satunya adalah MG S5 EV yang resmi meluncur pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026. Mobil ini hadir sebagai SUV listrik kompak yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan penggunaan harian keluarga, tanpa mengorbankan aspek teknologi maupun kenyamanan. MG 5S EV Berbekal baterai 62 kWh, motor listrik bertenaga 204 PS dan torsi 350 Nm, serta konfigurasi penggerak roda belakang (RWD), mobil menawarkan kombinasi yang cukup menarik di kelasnya. Desain Modern, Sporty Dari sisi tampilan, S5 EV mengusung pendekatan desain yang relatif aman dibanding sejumlah rival asal China yang belakangan hadir dengan bahasa desain futuristis dan banyak ornamen. Kesan pertama yang muncul saat melihat mobil ini adalah sederhana, tetapi tetap modern. Proporsi bodinya terlihat pas sebagai SUV keluarga tanpa terkesan terlalu besar. Secara dimensi, S5 EV memiliki panjang 4.545 mm, lebar 1.875 mm, tinggi 1.620 mm, dan wheelbase 2.705 mm. Angka itu membuat posturnya terlihat cukup bongsor, namun masih nyaman digunakan di lingkungan perkotaan. Bagian depan langsung memperlihatkan identitas kendaraan listrik melalui grille tertutup yang dipadukan dengan lampu depan berdesain tipis dan menyipit. MG 5S EV Penempatan lampu utama di posisi lebih rendah menciptakan tampilan berlapis yang kini menjadi tren pada banyak kendaraan listrik modern. Bemper depan juga dibuat cukup tegas dengan bukaan udara berukuran besar di bagian bawah sehingga wajah mobil tidak terlihat polos. Saat dilihat dari samping, garis bodi yang mengalir dari depan hingga belakang membuat siluet kendaraan tampak lebih panjang. Sementara itu, bagian belakang tampil lebih sederhana dengan lampu horizontal yang dihubungkan elemen visual berwarna gelap. Efeknya membuat buritan terlihat lebih lebar dan modern. MG 5S EV Kabin Lapang, tetapi ada Catatan Masuk ke dalam kabin, suasana modern langsung terasa melalui desain dasbor yang minimalis dan dominasi layar digital. Material interior didominasi kombinasi warna terang dan gelap yang membantu menciptakan kesan lapang. Jok berwarna abu-abu muda juga membuat kabin terasa lebih terbuka dibanding penggunaan warna hitam yang umum ditemui pada SUV lain. Wheelbase 2.705 mm memberi keuntungan berupa ruang kabin yang cukup lega. Penumpang belakang masih mendapatkan ruang kaki yang nyaman, bahkan untuk perjalanan jarak menengah hingga jauh. Jok depan juga menawarkan bentuk yang cukup ergonomis dengan bantalan yang empuk dan posisi duduk yang nyaman untuk penggunaan harian. MG 5S EV Salah satu fitur yang paling menarik perhatian adalah panoramic sunroof berukuran besar yang membentang hingga area penumpang belakang. Ketika tirainya dibuka, suasana kabin terasa jauh lebih terang dan lapang. Namun di balik kelebihannya, fitur ini juga menjadi salah satu catatan selama pengujian. Tirai penutup panoramic roof terasa cukup tipis sehingga panas matahari masih cukup mudah menembus ke dalam kabin, terutama saat mobil digunakan pada siang hari. Akibatnya, suhu di area kepala penumpang terkadang terasa lebih hangat dibanding kendaraan yang menggunakan tirai dengan material lebih tebal. MG 5S EV Meski pendingin udara bekerja cukup baik, kondisi tersebut tetap perlu menjadi perhatian bagi pengguna yang sering berkendara pada cuaca terik. Fitur Modern Ramah Pengguna Sebagai SUV listrik modern, MG S5 EV dibekali berbagai fitur yang mendukung kenyamanan penggunaan sehari-hari. Pusat kendali kendaraan berada pada layar sentuh berukuran 12,8 inci yang terpasang di tengah dasbor. Hampir seluruh pengaturan kendaraan dapat diakses melalui layar tersebut, mulai dari sistem hiburan, pengaturan kendaraan, hingga fitur keselamatan. Untungnya, MG masih mempertahankan beberapa tombol fisik untuk fungsi-fungsi penting seperti pengaturan volume audio sehingga pengoperasiannya tetap praktis saat berkendara. MG 5S EV Panel instrumen digital menyajikan informasi kendaraan secara lengkap dan mudah dibaca. Pengemudi juga dapat memantau berbagai data kendaraan listrik seperti konsumsi energi, aliran daya, hingga sisa jarak tempuh. Salah satu fitur yang paling relevan untuk penggunaan di Indonesia adalah MG Pilot atau paket Advanced Driver Assistance System (ADAS). Berbeda dengan sejumlah kompetitor yang membuat fitur ADAS aktif secara permanen, MG memberikan keleluasaan kepada pengguna untuk mengaktifkan maupun menonaktifkan fitur tertentu sesuai kebutuhan. Hal ini cukup penting mengingat kondisi lalu lintas Indonesia yang sering kali padat dan dinamis. MG 5S EV RWD dan Distribusi Bobot Seimbang Bagian paling menarik dari MG S5 EV justru berada pada aspek berkendaranya. Mobil ini menggunakan platform Modular Scalable Platform (MSP) milik SAIC dengan konfigurasi penggerak roda belakang atau rear-wheel drive (RWD). Di atas kertas, tenaga maksimum mencapai 204 PS dengan torsi 350 Nm. Meski angka tersebut tergolong besar, karakter akselerasinya tidak dibuat agresif seperti sejumlah mobil listrik lain. Saat pedal akselerator diinjak, tenaga disalurkan secara halus dan progresif. Mobil tidak langsung melonjak ke depan, melainkan membangun kecepatan secara bertahap. Karakter tersebut tampaknya sengaja dihadirkan melalui Motion Comfort System (MCS) yang dirancang untuk mengurangi efek hentakan saat akselerasi maupun deselerasi. MG 5S EV Hasilnya, pengalaman berkendara terasa lebih nyaman bagi seluruh penumpang. Namun bagi pengemudi yang mengharapkan sensasi ledakan torsi instan khas mobil listrik, karakter ini mungkin terasa sedikit kurang menggugah. Keunggulan lain yang cukup terasa adalah kestabilan sasisnya. MG mengklaim distribusi bobot kendaraan mendekati 50:50 dan hal tersebut memang terasa saat mobil diajak bermanuver. Saat berpindah jalur maupun melewati tikungan, bodi terasa menjejak dengan baik dan minim gejala limbung. Karakter tersebut cukup jarang ditemui pada SUV keluarga yang umumnya lebih berorientasi pada kenyamanan. Kemudi juga terasa ringan sehingga tidak melelahkan saat digunakan di dalam kota, meski feedback dari permukaan jalan tergolong minim. Konsumsi daya MG 5S EV Konsumsi Daya Kompetitif Selain performa dan kenyamanan, efisiensi energi menjadi aspek penting bagi kendaraan listrik. Selama pengujian dalam kondisi lalu lintas perkotaan, MG S5 EV mencatat konsumsi energi rata-rata sebesar 15 kWh per 100 kilometer. Angka tersebut diperoleh setelah mobil menempuh perjalanan sejauh 82 kilometer dengan kecepatan rata-rata 21 kpj. Pengujian dilakukan dengan penggunaan normal. Pendingin udara tetap aktif, sistem hiburan digunakan seperti biasa, dan mobil diisi dua orang penumpang dengan total bobot sekitar 150 kilogram. Jika dikonversi, hasil tersebut setara dengan efisiensi sekitar 6,6 kilometer per kWh. Melihat bobot kendaraan, tenaga yang mencapai 204 PS, serta konfigurasi RWD yang diusung, catatan tersebut tergolong cukup baik untuk penggunaan harian di dalam kota yang didominasi kondisi stop and go. MG 5S EV Kesimpulan MG S5 EV bukan SUV listrik yang berusaha menjadi yang paling cepat atau paling agresif di kelasnya. Sebaliknya, mobil ini menawarkan paket yang lebih seimbang. Desainnya modern tanpa terlihat berlebihan, kabinnya lapang dan nyaman, fitur yang ditawarkan lengkap, serta karakter berkendara yang stabil dan mudah dikendalikan. Memang masih ada beberapa catatan, seperti suspensi yang terasa sedikit padat di kecepatan rendah, visibilitas yang membutuhkan adaptasi, serta panoramic roof yang membuat kabin lebih mudah terpapar panas saat cuaca terik. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang