Setelah melihat desain eksterior dan merasakan langsung kenyamanan kabinnya, kini saatnya menjajal bagaimana karakter berkendara dari MG S5 EV di jalan. Begitu mobil mulai bergerak, karakter SUV listrik ini langsung terasa berbeda. Bukan karena akselerasinya yang agresif, melainkan bagaimana mobil memberikan rasa percaya diri sejak putaran roda pertama. RWD Diketahui, mobil ini dibangun menggunakan platform Modular Scalable Platform (MSP) milik SAIC dan mengusung konfigurasi penggerak roda belakang atau rear-wheel drive (RWD). MG 5S EV Di atas kertas, 5S EV yang saya coba, yaitu Magnify Max, dibekali motor listrik bertenaga 204 PS dengan torsi puncak 350 Nm yang disalurkan ke roda belakang. Salah satu hal yang langsung terasa adalah keseimbangan sasisnya. MG mengklaim distribusi bobot kendaraan mendekati 50:50 dan cukup mudah dirasakan sejak mobil mulai bergerak. Ketika diajak berbelok maupun berpindah jalur, bodi terasa mantap dan tetap menjejak ke aspal. Untuk ukuran SUV keluarga, pengendaliannya tergolong baik dan mampu memberikan rasa percaya diri kepada pengemudi. Konfigurasi penggerak roda belakang juga memberikan keuntungan tersendiri. Saat bermanuver, arah kendaraan terasa lebih natural dibanding sebagian SUV listrik berpenggerak roda depan yang terkadang terasa berat di bagian hidung. Kemudinya pun meninggalkan kesan positif. Bobot setir tergolong ringan sehingga tidak melelahkan ketika digunakan di lalu lintas perkotaan yang padat. Meski demikian, tingkat presisinya masih terjaga sehingga mobil mudah ditempatkan sesuai keinginan pengemudi. MG 5S EV Mengutamakan Kenyamanan Hanya saja, feedback dari permukaan jalan yang diteruskan ke lingkar kemudi memang tidak terlalu banyak. Pendekatan seperti ini lazim ditemui pada kendaraan listrik modern yang lebih mengutamakan kenyamanan dibanding sensasi berkendara yang komunikatif. Saat pedal akselerator diinjak, respons awalnya juga berbeda dibanding sejumlah mobil listrik lain yang cenderung langsung mengentak sejak putaran pertama. Pada mode berkendara normal, penyaluran tenaga dibuat lebih progresif. Mobil tidak langsung melesat ketika pedal gas ditekan dalam, melainkan memberikan dorongan yang bertahap dan mudah dikontrol. Kemungkinan besar hal ini berkaitan dengan Motion Comfort System (MCS) yang menjadi salah satu teknologi andalan MG. Sistem tersebut mengintegrasikan berbagai aspek kendaraan, mulai dari motor listrik, sistem pengereman, hingga pengaturan suspensi untuk menghasilkan akselerasi dan deselerasi yang lebih halus. Hasilnya memang mendukung kebutuhan kendaraan keluarga. Penumpang tidak akan merasakan hentakan berlebihan saat mobil berakselerasi maupun melambat. Di sisi lain, bagi mereka yang terbiasa dengan respons spontan khas mobil listrik, pendekatan ini mungkin membutuhkan sedikit penyesuaian. MG 5S EV Tenaga baru terasa mengalir lebih padat ketika kecepatan meningkat, terutama setelah mobil melaju pada kecepatan menengah. Meski begitu, performanya tetap lebih dari cukup untuk kebutuhan harian. Saat digunakan untuk menyalip kendaraan lain atau menambah kecepatan di jalan perkotaan, dorongan tenaganya masih terasa responsif. Penyesuaian serupa juga dibutuhkan saat berhadapan dengan sistem regenerative braking. Ketika pedal akselerator dilepas, efek perlambatan langsung terasa. Namun transisinya belum sepenuhnya natural sehingga membutuhkan waktu adaptasi, terutama bagi pengguna yang baru beralih ke kendaraan listrik. Karakter Kaki-kaki Pada sektor kaki-kaki, suspensi depannya disematkan MacPherson Strut dan suspensi belakang 5-link yang bisa menjaga kestabilan kendaraan dengan baik saat melaju pada kecepatan menengah hingga tinggi. Ketika melintasi tikungan panjang atau berpindah jalur di jalan tol, gejala limbung dapat ditekan dengan baik. Namun saat melewati sambungan beton, jalan bergelombang, atau permukaan aspal yang rusak pada kecepatan rendah, guncangan masih cukup terasa hingga ke dalam kabin. MG 5S EV Bantingannya cenderung sedikit padat dan sesekali memantul ketika roda belakang melintasi kontur jalan yang tidak rata secara beruntun. Kondisi ini cukup terasa saat melintasi jalan bumpy atau polisi tidur dengan kecepatan rendah. Di luar itu, sistem Advanced Driver Assistance System (ADAS) bekerja dengan baik selama pengujian. Intervensinya tidak berlebihan dan masih memberikan ruang bagi pengemudi untuk menikmati proses mengemudi. Kesimpulan Secara keseluruhan, MG S5 EV menunjukkan identitas yang cukup jelas sebagai SUV listrik keluarga. Fokus utamanya bukan mengejar performa ekstrem, melainkan menghadirkan pengalaman berkendara yang mudah, nyaman, dan tetap menyenangkan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang