Wuling Motors Indonesia seakan memberikan isyarat khusus untuk ikut bermain di segmen SUV boxy listrik, dengan memperkenalkan Baojun Yep Plus. Baojun mencoba menawarkan pendekatan berbeda melalui Yep Plus, SUV listrik kompak yang memadukan desain ala mobil petualang dengan karakter berkendara layaknya crossover perkotaan. Kompas.com berkesempatan menjajal langsung Baojun Yep Plus varian 401 km Flagship Edition di Baojun Proving Ground, Liuzhou, China. Jalur pengujian yang disiapkan cukup beragam, mulai dari aspal mulus, tikungan, hingga lintasan nonaspal ringan yang menjadi gambaran bagaimana karakter SUV listrik ini ketika digunakan di kehidupan nyata. Hasilnya cukup menarik. Yep Plus bukan hanya mengandalkan tampilan yang unik, tetapi juga menawarkan kenyamanan yang membuatnya lebih cocok digunakan sebagai kendaraan harian. Boxy, Tetapi Tidak Kaku Melihat desain Yep Plus, kesan SUV petualang langsung muncul. Kap mesin dibuat tinggi, fender membulat dengan overfender hitam tebal, sementara lampu depan berbentuk kotak dengan empat elemen LED memberikan identitas yang cukup kuat. Proporsinya juga pas. Dengan panjang 3.996 mm, lebar 1.760 mm, tinggi 1.726 mm, dan wheelbase 2.560 mm, Yep Plus masih tergolong ringkas sehingga tidak membuat pengemudi merasa kesulitan saat bermanuver di jalan perkotaan. Inilah yang menjadi daya tariknya. Mobil ini memiliki aura SUV besar, tetapi ukuran bodinya tetap ramah digunakan setiap hari. Baojun Yep Plus masuk dalam segmen SUV boxy listrik Interior Sederhana, tapi Terasa Modern Masuk ke kabin, kesan tangguh dari eksterior langsung berubah menjadi suasana yang lebih modern. Dashboard mengusung desain horizontal yang sederhana dengan dominasi layar digital di depan pengemudi dan head unit di tengah. Material soft touch pada beberapa bagian dashboard dipadukan dengan aksen berwarna hijau muda membuat kabin tidak terasa monoton. Posisi duduk menjadi salah satu hal yang paling saya sukai. Jok dibuat cukup tinggi sehingga pandangan ke depan terasa sangat luas. Bentuk kap mesin yang masih terlihat dari balik kemudi juga membantu pengemudi memperkirakan posisi kendaraan saat bermanuver. Hal kecil seperti ini justru membuat Yep Plus terasa mudah dikendarai sejak pertama kali duduk di balik kemudi. Ditambah dengan kamera 360 derajat untuk mempermudah pengemudi. Motor Listrik untuk Mobilitas Harian Unit yang saya coba menggunakan motor listrik Permanent Magnet Synchronous Motor bertenaga 75 kW atau sekitar 101 tk, dengan torsi 180 Nm. Energinya berasal dari baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 41,9 kWh, yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 401 km (CLTC). Di atas kertas memang bukan SUV listrik paling bertenaga. Namun begitu pedal akselerator diinjak, karakter motor listrik langsung terasa. Torsi instan membuat mobil melaju ringan tanpa perlu menunggu putaran mesin seperti mobil bermesin bensin. Untuk penggunaan di kota, tenaga sebesar ini sudah terasa lebih dari cukup. Saya menginjak pedal gas secara penuh untuk merasakan torsi instan dan top speed. Hasilnya, Yep Plus ini bisa menyentuh angka 160 kpj, dan melintas mulus saat melewati high speed oval yang ada di Boujun Proving Ground. Baojun Yep Plus SUV, listrik boxy Karakter Berkendara Justru bagian ini yang paling mengejutkan selama pengujian. Melihat desainnya yang boxy, saya sempat berekspektasi suspensinya akan terasa keras. Namun ternyata karakter yang ditawarkan cukup berbeda. Suspensi mampu meredam gelombang jalan dengan baik sehingga mobil tetap nyaman saat melintasi permukaan aspal yang tidak rata. Setirnya juga ringan, membuat mobil terasa lincah ketika berpindah jalur ataupun melakukan putar balik. Bahkan ketika melewati tikungan, body roll memang masih terasa sebagai konsekuensi postur SUV, tetapi tidak sampai mengurangi rasa percaya diri pengemudi. Secara keseluruhan, karakter berkendaranya lebih mendekati sebuah crossover modern dibanding SUV off-road. Fast Charging dan V2L Sebagai SUV listrik, Yep Plus juga sudah mendukung DC Fast Charging. Pengisian daya dari 30 hingga 80 persen hanya membutuhkan waktu sekitar 35 menit, sedangkan melalui AC charger 6,6 kW membutuhkan sekitar 6 jam dari 20 persen hingga penuh. Fitur Vehicle to Load (V2L) juga menjadi nilai tambah karena memungkinkan baterai mobil digunakan untuk menyalakan berbagai perangkat elektronik saat beraktivitas di luar ruangan. Potensi Besar di Indonesia Bila benar hadir di Indonesia di bawah merek Wuling, Yep Plus berpotensi membuka ceruk baru yang belum banyak diisi. Saat ini konsumen yang menginginkan SUV bergaya boxy umumnya harus memilih kendaraan dengan orientasi off-road atau SUV berukuran lebih besar. Yep Plus menawarkan alternatif berbeda: desain yang ikonik, dimensi ringkas, teknologi kendaraan listrik, dan kenyamanan yang tetap cocok untuk penggunaan harian. Setelah mencobanya langsung di Baojun Proving Ground, saya melihat Yep Plus bukan sebagai pesaing SUV off-road murni. Mobil ini lebih tepat diposisikan sebagai lifestyle SUV ringkas yang mudah dikendarai di kota, nyaman untuk aktivitas sehari-hari, namun tetap siap diajak menjelajah saat akhir pekan.