Rencana pemerintah memberikan insentif lebih besar untuk mobil listrik berbasis baterai nikel mulai mendapat perhatian dari pelaku industri otomotif, termasuk Chery. Pasalnya, mayoritas mobil listrik Chery saat ini menggunakan baterai Lithium Ferro Phosphate (LFP). Meski begitu, Chery mengaku masih menunggu regulasi resmi pemerintah sebelum mengambil langkah strategis lebih lanjut. Booth Chery di GJAW 2024 Presiden Direktur Chery Group Indonesia, Zeng Shuo, mengatakan hingga saat ini belum ada aturan final terkait skema insentif tersebut. "Kita belum ada aturan fix. Masih belum punya aturan pasti. Kita juga masih follow up, looking closely, kalau tim kita juga masih analisis," ujar Zeng Shuo di Jakarta (18/5/2026). "Tapi sekarang masih belum kabar, jadi kami masih tunggu update juga," kata dia. Ilustrasi baterai mobil listrik Insentif Baterai Nikel Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah tengah menyiapkan formulasi insentif baru untuk kendaraan listrik. Dalam skema tersebut, mobil listrik yang menggunakan baterai berbasis nikel disebut akan mendapat subsidi lebih besar dibanding kendaraan listrik non-nikel. Pabrik Chery Intelligent Connected Mega Factory, di Wuhu, China. "Itu untuk yang utamanya EV. Bukan hybrid. Jadi yang baterainya berdasarkan nikel dan non-nikel akan berbeda skemanya. Tapi yang itu nanti (dijelaskan) Menteri Perindustrian," ujar Purbaya, beberapa waktu lalu. Menurut dia, kebijakan tersebut bertujuan mendukung pemanfaatan hilirisasi nikel dalam negeri sekaligus memperkuat industri baterai nasional. "Kenapa saya pakai nikel yang besar subsidinya, karena supaya baterai kita kepakai," ucap Purbaya. Ilustrasi bijih lithium untuk baterai mobil listrik Chery Tunggu Aturan Resmi Terkait kemungkinan perubahan strategi baterai atau penyesuaian spesifikasi kendaraan, Chery menegaskan keputusan baru akan diambil setelah aturan resmi diterbitkan pemerintah. "Nanti harusnya ada informasi lebih resmi dan lebih jelas, kita baru bisa membahas untuk hal ini," kata Zeng Shuo. Saat ini, Chery masih fokus memperkuat investasi di Indonesia melalui skema perakitan lokal completely knocked down (CKD) untuk berbagai model kendaraan elektrifikasinya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang