Pemerintah tengah menggodok kembali kebijakan insentif listrik untuk kendaraan listrik di Indonesia. Wacana ini disambut positif oleh pelaku industri, termasuk PT Hyundai Motors Indonesia (HMID). Chief Operating Officer HMID, Fransiscus Soerjopranoto, menilai bahwa kebijakan insentif memang sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah. Namun, ia menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan untuk mendorong penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan. Hyundai Kona EV “Jadi kalau mengenai insentif listrik rasanya itu pasti kebijakan atau wewenangnya dari pemerintah. Kalau saya hanya menambahkan mungkin terkait dengan sumber energi yang lebih ramah lingkungan bisa diberikan kesempatan (benefit) yang lebih,” ujar Frans, di Jakarta (16/4/2026). Menurut Frans, insentif kendaraan listrik seharusnya tidak berhenti pada keringanan pajak atau potongan harga di awal pembelian. Ia mendorong agar pemerintah juga memberikan manfaat tambahan selama masa kepemilikan kendaraan, sehingga pengguna merasakan keuntungan jangka panjang. Situasi lalu lintas kendaraan karena penutupan Jalan Medan Merdeka Barat, Senin (17/2/2025). Beberapa bentuk insentif yang diusulkan antara lain kemudahan akses jalan tol hingga fasilitas parkir. Langkah ini dinilai bisa menjadi daya tarik tambahan bagi masyarakat yang masih mempertimbangkan untuk beralih ke kendaraan listrik. Selain aspek konsumen, Hyundai juga menyoroti pentingnya dukungan terhadap jaringan diler sebagai bagian dari ekosistem kendaraan listrik. Frans menyebut, peran diler sangat krusial dalam memberikan edukasi kepada calon pengguna terkait teknologi dan manfaat kendaraan ramah lingkungan. Fasilitas SPKLU Hyundai di diler Hyundai Gowa “Tadi saya sampaikan peran diler juga sangat penting. Kenapa? Karena untuk mobil ramah lingkungan tersebut diler melakukan edukasi ke konsumennya kita atau calon pembelinya mereka,” ucap Frans. “Nah untuk melakukan edukasi itu kan perlu juga effort yang dilakukan oleh diler, makanya kalau bisa bentuk insentif atau subsidi-nya selain meng-cover tadi pembelian terus kemudian penggunaan termasuk sampai dengan supply chain yang paling bawah yaitu diler,” kata dia. Dengan pendekatan yang lebih komprehensif, mulai dari pembelian hingga penggunaan dan dukungan ke jaringan diler, diharapkan adopsi kendaraan listrik di Indonesia dapat meningkat lebih cepat. Kebijakan insentif yang tepat dinilai akan menjadi kunci dalam mempercepat transisi menuju mobilitas yang lebih bersih dan berkelanjutan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang