Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat belakangan ini terpantau melemah hingga menyentuh angka Rp 17.548 (kurs hari ini, Kamis, (14/5)). Kondisi ini biasanya berdampak pada berbagai sektor industri, termasuk otomotif. Namun, PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) memastikan belum akan menaikkan harga jual mobilnya di tengah kondisi tersebut. Hal ini disampaikan oleh Fransiscus Soerjopranoto selaku Chief Operating Officer (COO) HMID. Menurutnya, pelemahan Rupiah memang berpotensi memengaruhi kondisi ekonomi secara umum, termasuk sektor otomotif. “Kalau yang kita lihat, kalau misalnya Rupiahnya itu terus melemah, sekarang kan sudah di angka level Rp 17.500. Otomatis kan kalau kita tahu secara hukum ekonomi kan pastinya bunga akan naik,” ujarnya di Senayan, Rabu (13/5/2026). Meski demikian, ia menilai pemerintah masih berupaya menjaga stabilitas ekonomi, salah satunya dengan mempertahankan suku bunga acuan. “Tapi sampai saat ini kan yang kita lihat bunga masih tetap di 4,75 yang SBI rate-nya. Jadi kami lihat pemerintah juga berusaha untuk menahan supaya ekonomi terus berputar,” lanjutnya. Frans menambahkan, pelaku industri otomotif juga memiliki strategi untuk meredam dampak fluktuasi nilai tukar, salah satunya melalui mekanisme lindung nilai atau hedging.