Hyundai Stargazer Cartenz menjadi salah satu MPV yang cukup menarik perhatian sejak diperkenalkan. Bukan hanya karena tampilannya yang unik dan futuristis, tetapi juga berkat kelengkapan fitur yang dibenamkan. Hal itu pula yang dirasakan Kahfiardi Fajri, pengguna Stargazer Cartenz asal Jakarta. Kepada Kompas.com, ia membagikan pengalamannya menggunakan Stargazer Cartenz lansiran 2025 untuk aktivitas harian. “Alasan utama pilih Stargazer karena fitur paling lengkap di kelasnya, terutama ADAS yang sangat membantu kenyamanan berkendara,” ujar Kahfi, kepada Kompas.com, Minggu (24/1/2026). Teknologi Keselamatan Menurut Kahfi, kehadiran teknologi keselamatan aktif menjadi nilai lebih dibandingkan rival di segmen yang sama. STARGAZER Cartenz, produk keluaran terbaru dari Hyundai Indonesia yang didesain khusus mengikuti kebutuhan dan gaya keluarga modern. Selain itu, fitur konektivitas juga menjadi pertimbangan penting. “Bluelink dan fitur SOS bikin lebih tenang, apalagi kalau lagi perjalanan jauh,” kata dia. Selama pemakaian, Kahfiardi mengaku cukup puas dengan karakter berkendara Stargazer Cartenz, terutama untuk penggunaan di dalam kota hingga perjalanan ke daerah pegunungan. Saat terjebak kemacetan, fitur cruise control adaptif dinilai sangat membantu mengurangi rasa lelah. “Nyaman banget dipakai dalam kota pas macet, tinggal aktifkan cruise control,” ucapnya. Ketika melintasi jalan menanjak, fitur auto hold juga membuat pengendaraan terasa lebih praktis, terutama saat berhenti di tanjakan. Tak hanya itu, fitur lane following assist membuat mobil tetap berada di jalurnya sehingga perjalanan terasa lebih santai, sementara blind spot assist membantu mengurangi potensi kecelakaan saat berpindah jalur. Hyundai Stargazer Cartenz Layanan Purna Jual Soal layanan purna jual, Kahfi menilai Hyundai cukup sigap dalam menangani keluhan. Ia bercerita, saat mobil baru diterima, terdapat masalah pada port lighter akibat soket yang terputus. “Langsung diganti waktu servis pertama,” ujarnya. Selain itu, fitur Bluelink sempat mengalami kendala di awal pemakaian. Namun pihak diler dan teknisi disebut cepat merespons. “Bahkan mekaniknya sampai datang ke rumah buat perbaikin,” kata Kahfi. Meski banyak kelebihan, Kahfi tak menampik ada beberapa kekurangan yang ia rasakan selama menggunakan Stargazer Cartenz. Salah satunya adalah sistem emergency brake dinilai terlalu sensitif sehingga sering kali membuat pengemudi terkejut ketika mobil mengerem secara tiba-tiba saat mendeteksi ada obyek di depan. “Sering bikin kaget kalau lagi nyetir, karena terlalu responsif,” ujarnya. Dari sisi pencahayaan, lampu utama disebut kurang terang saat digunakan malam hari, ditambah belum adanya fog lamp sebagai standar. Kekurangan lain yang cukup unik datang dari sisi desain. “Agak bingung mau ganti pelek, karena bentuk fender-nya kotak, jadi pilihan model pelek terasa terbatas,” kata dia. Kesimpulan Plus : Fitur ADAS lengkap, fitur berkendara seperti cruise control dan auto hold sangat membantu, layanan aftersales responsif dan solutif. Minus : Emergency brake terlalu sensitif dan sering mengejutkan, lampu utama kurang terang untuk malam hari, desain fender terlalu kotak. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang