Kolaborasi antara karoseri lokal asal Ungaran, Laksana, dengan pabrikan otomotif raksasa asal Korea Selatan, Hyundai, membuahkan hasil. Mereka membangun bus listrik resmi klub sepak bola Persija Jakarta. Bus ini sekaligus mencatatkan sejarah sebagai bus listrik pertama untuk klub sepak bola profesional di Indonesia. Berstatus sebagai kendaraan operasional berspesifikasi khusus, berapa perkiraan biaya yang dihabiskan untuk membangun bus listrik ini? Technical Director Karoseri Laksana Stefan Arman, memberikan gambaran mengenai estimasi harga dari bus listrik berukuran 12 meter tersebut. Bus listrik Persija Jakarta pakai bodi buatan Karoseri Laksana Legacy SR3 dan sasis Hyundai "Kalau bus listrik itu biasanya yang 12 meter di harga kisaran Rp 4M [miliar] lebih ya, tergantung spek-nya ya, kira-kira," ujar Stefan di Jakarta belum lama ini. Perubahan Struktur demi Baterai di Atap Harga yang menyentuh angka miliaran Rupiah tersebut sebanding dengan rumitnya proses pengembangan. Berbeda dengan bus konvensional, bus listrik Persija ini dirancang dengan menempatkan komponen baterai di bagian atap kabin. Stefan menjelaskan bahwa penempatan baterai di atas menuntut tim engineer Laksana untuk melakukan penyesuaian struktur demi mengejar faktor keselamatan. Kabin bus listrik Persija hasil kerja sama Karoseri Laksana dengan Hyundai "Ya, harus didesain ya. Makanya kalau nanti bisa dilihat di dalamnya kita ada tambahan struktur," kata Stefan. "Iya, ada penguatnya. Kenapa nanti bisa dilihat layout seat-nya memang ada sedikit penyesuaian. Di situ ada struktur tambahan," kata Stefan. Memang kalau diperhatikan, biasanya bus tim sepakbola menggunakan susunan bangku 2-2. Tapi di kabin bus listrik Persija, ada beberapa baris yang konfigurasinya 1-1. Kabin bus listrik Persija hasil kerja sama Karoseri Laksana dengan Hyundai Terkait permintaan khusus dari pihak Persija Jakarta, Stefan menyebut tidak ada kesulitan berarti karena permintaannya lebih fokus pada kosmetik kendaraan. "Request ada lah, cuman ya lebih ke arah membuat agar bus ini terlihat aksen-aksennya Persija, baik di luar maupun dalam," tuturnya. Uji Coba Ketat Standar Hyundai Proyek ini merupakan purwarupa ketiga hasil kolaborasi Laksana dan Hyundai. Sebelumnya, mereka sudah membuat dua unit bus listrik low entry untuk di IKN dan satu unit bus VIP Hyundai. Karena pihak Hyundai sangat ketat terhadap aspek keselamatan, bus listrik Persija ini harus melewati serangkaian uji coba sebelum diserahterimakan. Laksana menyewa sebuah area luas di Tangerang untuk menguji ketahanan bodi dan sasisnya. "Bus yang kemarin dulu sebelumnya ini, itu kita sudah uji seperti proving ground lah. Kita sewa area luas gitu di Tangerang. Kemudian bus itu dioperasikan selama tujuh hari. Dan setiap harinya itu delapan sampai 10 jam disetir, jadi kepot-kepot gitu," ungkap Stefan. Kabin bus listrik Persija hasil kerja sama Karoseri Laksana dengan Hyundai Langkah ini diambil lantaran prinsipal asal Korea Selatan tersebut sangat memperhatikan aspek keselamatan berkendara, terlebih ini pertama kalinya sasis mereka digarap oleh karoseri lokal. "Soalnya orang Hyundai ini kan juga sangat concern terhadap safety-nya juga. Jadi mereka benar-benar juga ingin tahu performance-nya seperti apa dan memang bisa dimengerti. Tapi setelah testing, aman," kata Stefan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang