Selain harga beli, biaya kepemilikan menjadi salah satu pertimbangan penting sebelum meminang sebuah mobil keluarga. Pengeluaran untuk bahan bakar, servis berkala, hingga penggantian komponen akan menentukan seberapa ekonomis kendaraan digunakan dalam jangka panjang. Bagi Mulyadi Mishel, pengguna Hyundai Stargazer Prime 2022, biaya operasional selama hampir empat tahun pemakaian tergolong masih bersahabat. Mulyadi Mishel, salah satu pengguna awal Stargazer Prime 2022 Menurut anggota komunitas HYSTORI (Hyundai Stargazer Owner Indonesia) tersebut, pengeluaran terbesar sejauh ini hanya berasal dari perawatan rutin. "Yang paling sering ya ganti oli sama filter oli. Saya servis tiap 5.000 kilometer," ujar pria yang akrab disapa Mul ini kepada Kompas.com belum lama ini. BBM Irit untuk Perjalanan Jauh Selain biaya servis, konsumsi bahan bakar menjadi aspek yang paling dirasakan selama menggunakan Stargazer. Mul mengaku mobil tersebut lebih sering dipakai untuk perjalanan akhir pekan bersama keluarga maupun mengikuti kegiatan komunitas. Salah satu pengalaman yang paling diingat adalah saat menghadiri acara halal bihalal di Sukabumi. Dalam perjalanan pulang-pergi tersebut, ia menyebut konsumsi bahan bakar rata-rata mampu mencapai sekitar 16 kilometer per liter, meski rute yang dilalui didominasi tanjakan dan turunan. "Kalau konsumsi BBM sekitar 16 kilometer per liter. Padahal jalannya banyak tanjakan dan turunan," katanya. Dengan kapasitas tangki 40 liter, biaya mengisi penuh menggunakan Pertamax seharga Rp 16.250 per liter mencapai sekitar Rp 650.000. Jika mengacu pada konsumsi rata-rata 16 kilometer per liter, satu tangki penuh secara teoritis mampu menempuh jarak sekitar 640 kilometer. Artinya, biaya bahan bakarnya berada di kisaran Rp 1.016 per kilometer. "Mobilnya jarang ngisi bensin, mau gimana. Alias irit banget," ujar dia. Belum Banyak Ganti Komponen Selain konsumsi BBM, biaya perawatan juga menjadi salah satu hal yang diapresiasi Mul. Hyundai memberikan program gratis biaya jasa servis hingga lima tahun atau 75.000 kilometer, serta gratis suku cadang hingga tiga tahun atau 45.000 kilometer, sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku. Mengacu pada jadwal servis resmi Hyundai, pemilik Stargazer baru dikenakan biaya sekitar Rp 1.029.882 pada servis 75.000 kilometer atau lima tahun. Sebelumnya, beberapa interval servis masih mendapatkan fasilitas gratis. Pengalaman Mul pun tidak jauh berbeda. Selama hampir empat tahun penggunaan, ia mengaku belum pernah mengeluarkan biaya besar di luar servis berkala. Komponen yang pernah diganti di luar perawatan rutin hanya water pump, itu pun melalui program service campaign dari Hyundai sehingga tidak menjadi beban biaya bagi pemilik. "Yang pernah diganti cuma water pump karena service campaign. Selebihnya normal," ujarnya. Komunitas Jadi Wadah Berbagi Informasi Di luar aktivitas sebagai pemilik, Mishel juga aktif di komunitas HYSTORI (Hyundai Stargazer Owner Indonesia) yang menjadi wadah bagi pengguna Stargazer di Tanah Air. Komunitas tersebut bermula dari grup Facebook dan menggelar kopi darat (kopdar) perdana pada Oktober 2022 dengan enam anggota. HYSTORI kemudian resmi dideklarasikan pada 17 Desember 2022. Saat ini, komunitas tersebut memiliki sekitar 882 anggota yang tersebar di berbagai daerah melalui sejumlah chapter, seperti Jabodetabek, Bandung, Karawang, hingga Bali. Selain menggelar kopdar, coaching clinic, dan jambore nasional, komunitas juga menjadi sarana berbagi pengalaman kepemilikan serta membantu menjembatani komunikasi antara anggota dengan prinsipal apabila menemui kendala. Kesimpulan Setelah hampir empat tahun menggunakan Hyundai Stargazer Prime 2022, Mul menilai biaya kepemilikan mobil ini masih relatif terjangkau. Pengeluaran rutin didominasi servis berkala, sementara konsumsi bahan bakar yang mencapai sekitar 16 kilometer per liter membantu menekan biaya operasional. Kombinasi efisiensi, minimnya biaya perawatan di luar servis rutin, serta dukungan komunitas pengguna menjadi nilai tambah selama memiliki Stargazer.