Bukan kunci palsu, bukan pula dengan memecah kaca. Seorang pria di Kota Malang, Jawa Timur, memilih jalur yang nyaris tak terpikirkan untuk mencuri mobil yang sedang diservis di bengkel. Pelaku yang belakangan terungkap bernama Fauzan Yuda memilih merayap di saluran gorong-gorong untuk menyusup ke area bengkel tanpa menimbulkan kecurigaan. Dikutip dari kanal YouTube Kompas TV Jember, Rabu (12/11/2025), Kasatreskrim Polresta Malang Kota Kompol M Sholeh menjelaskan, pelaku sudah mengincar mobil tersebut sejak awal. Ia bahkan melakukan pengamatan lokasi dan menyusun rencana pencurian sejak jauh-jauh hari. Nahasnya, kunci mobil yang diincar tersebut disimpan di dalam bersama kunci area bengkel. Walhasil, pelaku lebih mudah membawa kabur kendaraan. Ancaman curanmor Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Kota Malang itu merupakan potret kecil dari masalah yang lebih besar. Berdasarkan data Statistik Kriminal 2024/2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada Jumat (12/12/2025), kasus curanmor masih terjadi dalam skala besar secara nasional. Sepanjang 2024, terdapat 18.886 kejadian curanmor di seluruh Indonesia. Sumatera Utara menjadi kawasan dengan angka curanmor tertinggi sepanjang 2024, yakni 3.121 kasus. Kemudian, disusul area Papua dengan 2.398 kasus, Metro Jaya 2.175 kasus, Jawa Barat 1.789 kasus, dan Sumatera Selatan 1.581 kasus. Curanmor pun menjadi tindak pidana tertinggi ketiga di kelompok kejahatan terhadap hak milik/barang tanpa kekerasan, setelah pencurian dengan pemberatan (51.969 kejadian) dan pencurian (45.101 kejadian). Tak cukup andalkan kunci Bagi banyak pemilik mobil, peningkatan kasus curanmor menimbulkan rasa waswas saat kendaraan harus ditinggal, meskipun hanya sebentar. Apalagi, modus curanmor kini makin canggih dan variatif. Oleh karena itu, pengamanan mobil kini tidak lagi cukup hanya mengandalkan kunci dan alarm. Pemilik juga butuh cara yang canggih pula untuk memantau kondisi mobil dan bereaksi cepat ketika ada situasi yang tidak wajar. Untuk menjawab kebutuhan itu, perusahaan otomotif Hyundai menghadirkan teknologi Hyundai Bluelink pada STARGAZER Cartenz dan STARGAZER Cartenz X. Teknologi konektivitas itu dapat membantu pemilik memantau kendaraan dan mengakses fitur keamanan dari jarak jauh. STARGAZER Cartenz dan STARGAZER Cartenz X dilengkapi dengan teknologi Hyundai Bluelink, khususnya fitur Stolen Vehicle yang dapat membantu pemilik memantau kendaraan dan mengakses fitur keamanan dari jarak jauh. Bluelink bekerja sebagai platform terintegrasi yang menghubungkan kendaraan dengan pemilik melalui aplikasi di smartphone. Dengan begitu, pemilik bisa memantau informasi kendaraan serta menjalankan fungsi tertentu tanpa harus berada di dalam mobil. Selain untuk kemudahan akses, Bluelink juga dirancang untuk menambah lapisan keamanan kendaraan dalam berbagai situasi, termasuk risiko pencurian. Lebih tenang dengan fitur Stolen Vehicle Salah satu fitur keamanan unggulan pada Bluelink adalah Stolen Vehicle. Fitur ini mampu mengirimkan notifikasi saat ada indikasi akses paksa, membantu pelacakan lokasi kendaraan, hingga memungkinkan tindakan pengamanan lanjutan. Ketika sistem mendeteksi pintu mobil dibuka secara paksa atau kondisi tidak normal lain, contohnya, fitur Stolen Vehicle Notification akan segera mengirimkan pesan peringatan kepada pemilik melalui notifikasi di aplikasi Bluelink. Notifikasi tersebut menjadi “alarm” awal yang masuk ke pemilik. Dengan demikian, potensi kejadian mencurigakan bisa diketahui lebih cepat, bahkan ketika pemilik sedang tidak berada di dekat kendaraan. Peringatan tersebut memberi ruang bagi pemilik untuk segera mengambil langkah lanjutan, seperti melakukan pengecekan kondisi kendaraan. Apabila kendaraan dicuri, pemilik tetap bisa terhubung dan melacak posisi terkini mobil melalui fitur Stolen Vehicle Tracking. Fitur ini dirancang untuk membantu penanganan curanmor lebih lanjut dengan memberikan informasi lokasi kendaraan secara akurat. Untuk lapisan pengamanan lanjutan, Hyundai Bluelink juga dilengkapi dengan fitur Stolen Vehicle Immobilization. Fitur tersebut memungkinkan pemilik meminta bantuan Hyundai Call Center untuk melakukan tindakan imobilisasi yang memungkinkan pemilik mobil menonaktifkan mesin dari jarak jauh saat kondisi mesin tidak menyala atau mati. Dengan fitur itu, mobil yang dicuri tidak dapat dioperasikan kembali sampai situasi terkendali sehingga pemilik punya kontrol lebih besar dalam situasi berisiko. Kebutuhan mobil keluarga masa kini bukan hanya soal kabin lega dan perjalanan nyaman. Aspek keamanan juga turut menjadi pertimbangan, terutama ketika risiko pencurian masih terjadi di berbagai daerah. Melalui perpaduan karakter MPV yang fungsional dan teknologi konektivitas, STARGAZER Cartenz dan STARGAZER Cartenz X menawarkan pengalaman berkendara yang lebih menyeluruh. Tidak hanya mendukung mobilitas keluarga sehari-hari, tetapi juga memberi perlindungan tambahan lewat fitur yang membantu pemilik memantau kendaraan dan merespons situasi berisiko dengan lebih cepat. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang