Nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) mulai memunculkan kekhawatiran di industri otomotif. Sebab, kondisi tersebut berpotensi berdampak pada harga kendaraan hingga bunga kredit mobil. Berdasarkan data perdagangan Selasa (12/5/2026), rupiah ditutup di level Rp 17.529 per dollar AS. Angka tersebut menjadi salah satu posisi terlemah rupiah dalam beberapa waktu terakhir. Menanggapi kondisi tersebut, Chief Operating Officer Hyundai Motor Indonesia, Fransiscus Soerjopranoto, mengatakan pelemahan rupiah memang bisa memengaruhi industri otomotif secara umum. “Sebenarnya kalau yang kita lihat, kalau misalnya rupiahnya itu terus melemah. Sekarang kan sudah di angka level 17.500. Secara otomatis kalau kita tahu secara hukum ekonomi kan pastinya bunga akan naik,” ujar Fransiscus saat ditemui di Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2026). Namun sampai saat ini, menurut dia, pemerintah masih berusaha menjaga agar perputaran ekonomi tetap berjalan dengan mempertahankan suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI-Rate di level 4,75 persen. “Tapi sampai saat ini kan yang kita lihat walaupun yang namanya tadi nilai tukar uang melemah, tapi kan bunga masih tetap dipatok 4.75 yang BI-Rate,” kata dia. Ragam permainan seru di booth Hyundai selama IIMS 2025 Fransiscus menilai langkah tersebut cukup penting untuk menjaga daya beli masyarakat, termasuk di sektor otomotif yang masih sangat bergantung pada pembiayaan kredit. “Jadi kita lihat pemerintah juga berusaha untuk menahan supaya ekonomi terus berputar,” ujarnya. Sebagai pelaku industri otomotif, Hyundai mengaku mengapresiasi langkah pemerintah tersebut. Fransiscus berharap pasar otomotif nasional tetap bisa bertahan di tengah tekanan ekonomi global dan pelemahan kurs rupiah. “Usaha-usaha itu kita apresiasi sebagai salah satu pelaku industri di bidang otomotif. Dan mudah-mudahan kita bisa survive di tahun ini,” kata dia. Pelemahan rupiah sendiri dinilai dapat berdampak pada industri otomotif karena sebagian komponen kendaraan masih bergantung pada impor, mulai dari bahan baku hingga teknologi tertentu. Selain itu, fluktuasi kurs juga berpotensi memengaruhi harga kendaraan baru dan skema cicilan kredit mobil di pasar domestik. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang