Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar non-subsidi turut menjadi perhatian pelaku industri otomotif, termasuk Hyundai di Indonesia. Seperti diketahui, beberapa model Hyundai di Tanah Air masih mengandalkan mesin diesel, di antaranya Hyundai Palisade dan Hyundai Staria. Kenaikan harga solar tentu berpotensi memengaruhi biaya operasional kendaraan tersebut. Chief Operating Officer HMID Fransiscus Soerjopranoto mengatakan, pihaknya saat ini masih memantau perkembangan situasi secara saksama. “Saat ini kami memantau situasi ini dengan saksama. Kepada pelanggan yang sudah memiliki Palisade atau Staria diesel, kami mengimbau untuk tetap menggunakan bahan bakar sesuai spesifikasi yang direkomendasikan pabrikan, karena itulah cara terbaik menjaga performa dan nilai kendaraan,” ujar Fransiscus, saat dihubungi kompas.com, Selasa (21/4/2026). Hyundai Staria Ia menegaskan, penggunaan bahan bakar yang sesuai spesifikasi tetap menjadi faktor penting untuk menjaga efisiensi dan keandalan mesin, terutama pada kendaraan diesel modern. Untuk diketahui, mesin diesel modern seperti yang digunakan pada Palisade dan Staria umumnya direkomendasikan menggunakan bahan bakar jenis solar dengan standar cetane number (CN) tinggi, minimal CN 51. Di Indonesia, BBM yang sesuai spesifikasi tersebut antara lain Dexlite (CN 51) dan Pertamina Dex (CN 53). Di sisi lain, Hyundai juga menilai dinamika harga BBM menjadi salah satu faktor yang mendorong diversifikasi produk di pasar otomotif. Fransiscus menjelaskan, Hyundai saat ini tidak hanya mengandalkan kendaraan bermesin konvensional (ICE), tetapi juga menghadirkan pilihan lain seperti hybrid hingga mobil listrik murni. “Dari sisi strategi, Hyundai secara konsisten menghadirkan diversifikasi portofolio mulai dari ICE, hybrid, seperti Palisade Hybrid dan Santa Fe Hybrid, hingga EV, seperti Ioniq 5 dan all-new Kona Electric. Sehingga selalu ada beragam pilihan yang sesuai kebutuhan konsumen di tengah dinamika pasar,” kata dia. Langkah ini dinilai menjadi bagian dari upaya Hyundai dalam memberikan fleksibilitas kepada konsumen, terutama di tengah fluktuasi harga bahan bakar yang dapat memengaruhi keputusan pembelian maupun penggunaan kendaraan sehari-hari. Dengan beragam pilihan teknologi tersebut, konsumen diharapkan dapat menyesuaikan jenis kendaraan dengan kebutuhan serta kondisi biaya operasional yang terus berubah. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang