hBuat sebagian masyarakat Indonesia, nilai jual kembali (resale value) jadi salah satu pertimbangan utama sebelum memutuskan membeli mobil baru. Situasi tersebut coba dijawab PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) lewat Program Resale Value Guarantee. Melalui program ini, Hyundai memberikan jaminan harga pembelian kembali kendaraan hingga 70 persen dari harga awal pada tahun ketiga kepemilikan, tanpa biaya tambahan untuk konsumen. Program tersebut berlaku untuk pembelian ritel beberapa model Hyundai seperti Stargazer, Stargazer X, dan Creta. Menariknya, nilai buyback sudah ditentukan sejak awal, sehingga pemilik kendaraan bisa lebih mudah menghitung rencana upgrade mobil di masa depan. Skema ini berlaku pada periode kepemilikan bulan ke-25 hingga bulan ke-36. Artinya, pemilik mobil tidak perlu lagi terlalu khawatir dengan fluktuasi harga pasar mobil bekas yang sering berubah dalam waktu cepat. Meski begitu, Hyundai tetap menetapkan sejumlah syarat agar kendaraan bisa masuk dalam program buyback tersebut. Dokumen seperti BPKB, STNK, dan invoice pembelian wajib tersedia saat proses klaim dilakukan. Selain itu, usia kendaraan maksimal tiga tahun dengan jarak tempuh tidak lebih dari 60.000 km. Hyundai juga meminta kondisi kendaraan tetap terjaga, mulai dari eksterior bebas kerusakan besar, lampu dan kaca yang utuh, hingga interior yang tidak mengalami kerusakan berat atau noda permanen. Syarat lain yang cukup penting adalah riwayat servis berkala harus dilakukan di bengkel resmi Hyundai. Dengan begitu, kondisi kendaraan tetap sesuai standar pabrikan dan nilai jualnya bisa dipertahankan lebih optimal. Hyundai juga menegaskan bahwa Program Resale Value Guarantee berbeda dengan layanan Hyundai Trade In. Pada program Trade In, harga kendaraan mengikuti kondisi pasar dan hasil inspeksi kendaraan saat transaksi berlangsung. Sementara pada Resale Value Guarantee, harga buyback sudah dikunci sejak awal pembelian. Lewat program ini, Hyundai ingin memberi rasa aman lebih bagi konsumen yang masih ragu membeli mobil baru karena takut nilai jualnya jatuh terlalu cepat. Di tengah pasar otomotif yang makin kompetitif, pendekatan seperti ini bisa menjadi nilai tambah tersendiri, terutama bagi konsumen yang melihat mobil bukan sekadar alat transportasi, tetapi juga aset jangka menengah.