Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengunjungi booth Hyundai usai membuka pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, Kamis (30/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, Agus menyempatkan diri melihat lebih dekat Hyundai Neira Prototype yang baru diperkenalkan di GIIAS 2026. Ia bahkan mencoba duduk di balik kemudi mobil listrik tersebut. Saat berada di dalam kabin Hyundai Neira, Agus mendapat penjelasan langsung dari Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia, Fransiscus Soerjopranoto, terkait kesiapan produksi mobil listrik tersebut di Indonesia. “Desember sudah akan mulai, dan 80 persen lokal kontennya, sesuai dengan amanat Pak Menteri pada saat tadi pembukaan,” ucap Soerjopranoto, saat mendampingi Agus Gumiwang saat mencoba kursi penumpang Hyundai Neira, di ICE BSD, Tangerang, Kamis (30/7/2026). Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita duduk di kursi penumpang Hyundai Neira di GIIAS 2026. Mendengar penjelasan tersebut, Agus memberikan respons positif dengan mengacungkan jempol. “Kalau 80 persen engga cukup begini tapi begini,” ucapnya sambil mengacungkan jempol. Dalam kesempatan yang sama, Soerjopranoto juga menyampaikan bahwa Hyundai Neira akan diproduksi di pabrik Hyundai yang berlokasi di Karawang. Ia turut mengungkapkan bahwa mobil listrik tersebut akan dibekali baterai berkapasitas sekitar 40 kWh. Agus kemudian meminta bocoran mengenai harga Hyundai Neira. Menanggapi hal itu, Soerjopranoto membisikkan bahwa mobil listrik tersebut bakal dijual dengan harga kompetitif. Sebelumnya, Soerjopranoto menjelaskan bahwa Hyundai Neira akan hadir sebagai mobil listrik tujuh penumpang yang menyasar segmen pasar massal dengan banderol yang kompetitif. Meski demikian, Hyundai masih belum mengungkap spesifikasi lengkap kendaraan tersebut. Informasi mengenai performa, fitur, hingga konfigurasi akan diumumkan saat peluncuran resmi. Walaupun masih berstatus prototipe, desain dan spesifikasi Hyundai Neira disebut sudah hampir final. Penyesuaian yang tersisa hanya berkaitan dengan kesiapan pemasok komponen serta proses produksi massal. Sebagai informasi, nama Neira terinspirasi dari Banda Neira, salah satu destinasi ikonik di Indonesia yang dikenal memiliki kekayaan sejarah, budaya, dan keindahan alam.