Uji Wuling Eksion di Cirebon Brand Communications Senior Manager Wuling Motors, Brian Gomgom, mengatakan bahwa pemesanan Wuling Eksion saat ini masih didominasi varian electric vehicle (EV). Namun, kontribusi model PHEV mulai mengalami peningkatan. GULIR UNTUK LANJUT BACA “Untuk Eksion, komposisinya sekitar 70 persen EV dan 30 persen PHEV,” ujar Brian di Purwokerto, Jawa Tengah, Rabu 3 Juni 2026.Menurut dia, angka tersebut menunjukkan bahwa pasar PHEV di Indonesia mulai tumbuh. Sebelumnya, pada model Wuling Darion, kontribusi PHEV masih berada di kisaran 20 persen.“Kalau di Darion sebelumnya sekitar 80 persen EV dan 20 persen PHEV. Nah di Eksion ini PHEV-nya sudah naik jadi 30 persen. Jadi kami melihat tren PHEV mulai berkembang,” kata Brian.Ia menjelaskan, PHEV dinilai menjadi solusi bagi konsumen yang masih ragu beralih langsung ke mobil listrik murni. Sebab, teknologi ini masih mengandalkan mesin bensin, tetapi juga memiliki baterai dan motor listrik yang dapat diisi ulang seperti EV.Karena itu, kendaraan PHEV dianggap cocok menjadi jembatan transisi sebelum masyarakat sepenuhnya menggunakan mobil listrik berbasis baterai.“Masih ada konsumen yang belum berani langsung pindah ke EV. Jadi PHEV ini seperti jembatan antara ICE dan EV,” ujarnya.Fenomena tersebut disebut mirip dengan perkembangan pasar EV di Indonesia pada awal 2022. Saat itu, jumlah pemain mobil listrik masih terbatas dan tingkat penerimaan masyarakat belum sebesar sekarang.Namun dalam empat tahun terakhir, pasar kendaraan listrik murni berkembang cukup cepat. Brian menyebut pangsa pasar EV nasional saat ini sudah mencapai sekitar 18 persen.“Kalau 2022 market share EV masih kecil sekali, sekarang sudah 18 persen. Jadi kami melihat masyarakat Indonesia sebenarnya cukup cepat beradaptasi dengan teknologi baru,” kata dia.Wuling melihat pola serupa berpotensi terjadi pada pasar PHEV. Terlebih, saat ini mulai banyak produsen otomotif yang menghadirkan model plug-in hybrid di Indonesia.Menurut Brian, bertambahnya jumlah pemain menjadi salah satu indikator bahwa segmen tersebut memiliki potensi jangka panjang.Di sisi lain, Wuling juga menegaskan bahwa strategi mereka tidak hanya fokus pada satu teknologi. Pabrikan asal China itu mengklaim pabrik mereka di Cikarang, Jawa Barat, kini mampu memproduksi berbagai jenis kendaraan sekaligus, mulai dari internal combustion engine (ICE), hybrid, PHEV, hingga EV.“Ketika pasar Indonesia membutuhkan EV, kami hadirkan EV. Saat kami melihat ada potensi PHEV, kami juga memproduksi PHEV di Indonesia,” ujar Brian.Meski identik sebagai merek mobil listrik di Indonesia, Wuling memastikan lini kendaraan berbasis mesin bensin tetap dipertahankan. Sebab, pasar kendaraan ICE disebut masih cukup besar, terutama di luar kota-kota besar.Saat ini Wuling masih memasarkan sejumlah model konvensional seperti Almaz, Cortez, dan Alvez. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Namun untuk pasar elektrifikasi, citra Wuling sebagai produsen EV dinilai sudah cukup kuat. Dalam riset internal perusahaan, konsumen disebut langsung mengasosiasikan Wuling dengan mobil listrik.“Kalau orang ditanya mobil listrik, mereka ingatnya Wuling. Itu terbentuk sejak Air ev hadir pada 2022,” kata Brian.