Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) Moeldoko mengimbau pemerintah supaya segera mengumumkan insentif mobil listrik 2026, mau lanjut atau disetop. Ini diperlukan karena industri kendaraan listrik di Indonesia membutuhkan kepastian."Menurut saya diumumkan (segera) lebih bagus. Karena selama ini kan digantung. 'Oh nanti akan ada insentif'. Tunggu, kapan ya. Akhirnya, (konsumen) nggak beli-beli nih. Dealer-dealer kita yang ada di daerah itu pada mules semua karena menunggu, masyarakat nggak ada yang beli (karena menunggu kepastian insentif)," ujar Moeldoko pada acara Evolution Indonesia Forum yang digelar CNN Indonesia di Jakarta (3/2/2026). "Mendingan diumumkan (misalnya) gak ada lagi (insentif), selesai sudah. Di situ dunia industri akan mengkalkulasi, kustomernya juga akan mengkalkulasi," tambahnya lagi.Insentif Mobil Listrik Tak Terlalu BerpengaruhMoeldoko menegaskan, tanpa insentif pun, nantinya mobil listrik akan memiliki harga jauh lebih murah, dibandingkan mobil konvensional. Faktornya, karena perkembangan teknologi baterai yang semakin cepat, sehingga harganya akan semakin kompetitif. Selain itu, komponen mobil listrik pun sederhana, hanya baterai, motor, dan controller."Sampai saat ini kalau harga baterai di mobil listrik itu masih menempati komponen termahal, ke depannya menurut saya nggak. Harga (mobil listrik) ke depan akan semakin murah," terang Moeldoko.Moeldoko juga menekankan bahwa harga mobil listrik akan semakin murah dengan sendirinya lantaran persaingan merek di industri ini sangat kompetitif. Pabrikan berlomba-lomba memberikan harga terbaik. "Habis beli harga sekian, tiga bulan berikutnya langsung drop lagi (harganya), ini menunjukkan bahwa kompetisi itu luar biasa," katanya.Selain itu menurut Moeldoko, mobil listrik memiliki lebih banyak varian dan model ketimbang mobil konvensional, sehingga pabrikan mobil listrik benar-benar berusaha untuk memahami needs konsumen. "Dengan alasan-alasan itu saya percaya kebijakan (insentif) itu tidak banyak berpengaruh," tukasnya.