JAKARTA, KOMPAS.com – Berkendara saat bulan puasa menuntut kondisi fisik dan konsentrasi yang lebih terjaga. Asupan cairan dan energi yang berkurang bisa memengaruhi fokus, terutama saat harus menghadapi lalu lintas padat dan situasi tak terduga di jalan. Karena itu, pengemudi perlu mengenali tanda-tanda ketika tubuh sudah tidak lagi optimal untuk melanjutkan perjalanan. Mengabaikannya bisa berisiko pada keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lain. Head of Safety Riding PT Wahana Makmur Sejati, Agus Sani, mengatakan ada beberapa indikator yang umum terjadi saat konsentrasi mulai menurun. ilustrasi lelah mengemudi "Beberapa tanda yang sering muncul biasanya, pandangan kosong atau sering melamun, salah perhitungan jarak dan kecepatan, reaksi lambat saat melakukan pengereman atau menghindar, mudah kaget dan emosi cepat naik," ucap Agus, saat dihubungi Kompas.com, Rabu (18/2/2026). Menurut Agus, kondisi seperti ini sering tidak disadari pengemudi karena merasa masih mampu mengendalikan kendaraan. Padahal, dalam situasi darurat, sepersekian detik sangat menentukan. "Nah, kalau tanda-tanda ini muncul sebaiknya kita menepi itu keputusan yang aman, bukan kelemahan," ujarnya. Senada dengan itu, Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia, Sony Susmana, menjelaskan bahwa penurunan kemampuan berkendara juga bisa terlihat dari respons motorik dan kondisi fisik. tanda atau ciri-ciri yang umum, motoriknya melemah, pandangan mulai kabur dan respons terhadap kondisi lingkungan berkurang. Ciri-ciri fisik bisa dirasakan dari mata terasa perih, tangan atau bahu pegal atau bahasa verbalnya ngelantur," kata Sony. Ketika tanda-tanda tersebut muncul, keputusan terbaik adalah segera mencari tempat aman untuk berhenti sejenak. Istirahat singkat dapat membantu tubuh dan pikiran kembali stabil sebelum melanjutkan perjalanan. Dalam kondisi puasa, pengemudi juga disarankan mengatur waktu perjalanan, menghindari jam-jam rawan macet apabila memungkinkan, serta memastikan kualitas tidur tetap terjaga. Menepi bukan berarti menyerah, melainkan bentuk tanggung jawab terhadap keselamatan. Terlebih saat puasa, ketika tubuh bekerja dalam kondisi berbeda dari biasanya, kewaspadaan ekstra menjadi kunci utama berkendara aman. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang