Kasus minibus Toyota Avanza yang terjun ke jurang saat melintasi jalur ekstrem di Trenggalek menjadi pengingat serius bagi pengendara soal bahaya berkendara di turunan panjang, terutama jika kondisi kendaraan tidak optimal. Salah satu risiko paling fatal adalah rem blong, yang kerap terjadi tanpa disadari pengemudi, khususnya saat membawa beban berat dan melaju terus-menerus di jalan menurun. Menurut Lung Lung, pemilik bengkel Dokter Mobil, rem blong umumnya dipicu oleh panas berlebih pada sistem pengereman. Kondisi ini bisa diperparah oleh muatan kendaraan yang berlebihan serta kebiasaan menginjak pedal rem secara terus-menerus saat melewati turunan. “Ini rem blong, bisa karena kebanyakan muatan dan remnya terlalu panas. Jadi sudah tidak bisa lagi mengonversi energi kinetik menjadi panas,” kata Lung Lung kepada Kompas.com, Kamis (18/12/2025). Ia menjelaskan, saat suhu rem terlalu tinggi, kemampuan pengereman akan menurun drastis karena kampas dan piringan rem kehilangan daya cengkeram. Pada titik ini, pedal rem terasa kosong dan kendaraan sulit dikendalikan. Ilustrasi mengerem mobil. Untuk mencegah kondisi tersebut, Lung Lung menyarankan pengemudi melakukan beberapa langkah antisipasi. Salah satunya dengan melakukan peningkatan spesifikasi rem, terutama bagi kendaraan yang sering dipakai perjalanan jauh atau melewati jalur pegunungan. “Tipsnya, bisa upgrade rem, atau sering-sering istirahat kalau sudah tercium bau rem,” ujarnya. Namun, ia mengingatkan pengemudi agar tidak melakukan kesalahan fatal saat rem mulai panas. Menyiram air ke piringan atau sistem rem justru berisiko merusak komponen. “Jangan disiram air. Pecah nanti piringan remnya,” kata Lung Lung. Ia juga menekankan pentingnya teknik berkendara yang benar di turunan, seperti memanfaatkan engine brake dan tidak hanya mengandalkan pedal rem. Dengan cara ini, beban pengereman bisa terbagi dan risiko rem blong dapat diminimalkan, terutama bagi pengemudi yang kerap melintasi jalur ekstrem. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang