Mobil wisatawan terjun ke jurang sedalam kurang lebih 20 meter di kawasan Puncak Bogor, Jawa Barat, Sabtu (13/12/2025) sekitar pukul 15:00 WIB. Laka lantas terjadi di Jalan Alternatif, pertigaan Babakan, Desa Kuta, Kecamatan Megamendung. 4 orang di dalam kendaraan mengalami luka dan langsung dievakuasi ke rumah sakit di Cisarua. Kapolsek Megamendung AKP Yulita Heriyanti, mengatakan mobil tersebut ditumpangi satu keluarga asal Bekasi yang hendak menuju vila untuk berkumpul keluarga. Kecelakaan diawali saat kendaraan mobil minibus melintasi tanjakan di Jalan Alternatif Pakancilan. Mobil bertransmisi otomatis itu diduga tidak kuat menanjak. Ditambah sang pengemudi sempat menghindari pejalan kaki yang berada di badan jalan. “Mobil keluarga yang lain sudah sampai vila. Dia mobil terakhir,” ucap Yulita mengutip dari KOMPAS.com, Senin (15/12/2025). Akibat kehilangan tenaga, kendaraan meluncur mundur dan terperosok ke jurang dengan kedalaman sekitar 20 meter di sisi jalan. Warga yang melihat kejadian tersebut segera melapor ke kepolisian. Petugas Polsek Megamendung bersama unsur terkait melakukan penanganan awal, mengevakuasi korban menggunakan ambulans desa, serta mengevakuasi kendaraan dari jurang. “Mobil sudah terderek dan dievakuasi. Penanganan lanjutan ditangani Unit Laka Lantas Polres Bogor,” kata Yulita. Belajar dari peristiwa tersebut, sebelum perjalanan liburan, kendaraan harus dipersiapkan dengan baik terutama pada sektor mesin, transmisi dan rem tangan. Hardi Wibowo, pemilik bengkel mobil Aha Motor Yogyakarta mengatakan rem tangan pada mobil matik harus prima ketika menanjak. Sebuah mobil Isuzu Panther berpelat nomor AD-1968-WP terperosok ke jurang sedalam kurang lebih 50 meter di Jalan Desa Banaran RT 05/RW 01, Kelurahan Banaran, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar. “Rem tangan bisa menjadi komponen yang berperan menghentikan mobil ketika mundur karena tak kuat menanjak, atau mesin tiba-tiba mati, jadi harus prima,” ucap Hardi kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Ketinggian rem tangan juga harus dikontrol dan disetel secara berkala. Ketinggian rem tangan yang terlalu besar dapat mengurangi gaya pengereman ketika tuas rem ditarik. “Selain itu mesin dan transmisi harus prima agar mobil matik mampu melibas tanjakan tersebut, misal ada masalah tenaga pasti loyo,” ucap Hardi. Maka dari itu, penting untuk merawat mobil matik secara berkala untuk memastikan semua bekerja dengan optimal. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang