Mobil matik tak kuat menanjak ternyata bisa disebabkan oleh radiator yang tidak sehat. Penurunan performa ini memberikan efek domino, sehingga transmisi dan mesin tak bekerja dengan optimal. Radiator merupakan salah satu komponen penunjang performa mobil tepatnya sistem pendingin mesin dan transmisi matik. Saat mobil digunakan untuk menanjak maka pengemudi perlu menginjak pedal gas lebih dalam, sehingga putaran mesin akan lebih tinggi daripada biasanya maka dibutuhkan sistem pendingin yang baik. Muchlis, pemilik bengkel Spesialis Toyota Mitsubishi, Garasi Auto Service Sukoharjo mengatakan saat mobil menanjak memerlukan dukungan dari banyak sistem pada kendaraan, termasuk sistem pendingin yang optimal. “Saat menanjak bukan soal tenaga saja yang diperhatikan, tapi sistem pendingin mesin juga harus prima, jika tidak, maka peluang mesin dan transmisi overheating sangat tinggi, itu juga bisa bikin mobil gagal menanjak,” ucap Muchlis kepada KOMPAS.com, Jumat (27/2/2026). Panas berlebih pada mesin dan transmisi akan memberikan dampak secara langsung terhadap performa. Tak hanya bisa kehilangan tenaga, tapi komponen juga bisa rusak karenanya. Bengkel transmisi matik di Bogor, Junior Autoservice Automatic “Saat oli transmisi atau mesin overheating, maka komponen akan cenderung lebih mudah berubah bentuk, ini bikin mesin kehilangan tenaga, selain itu transmisi akan lebih mudah selip sehingga komponen mengalami keausan lebih cepat,” ucap Muchlis. Maka dari itu, mobil perlu dirawat dengan rutin untuk memastikan sistem pendingin. Pemeriksaan bisa meliputi beberapa komponen penting seperti radiator, kualitas coolant dan kipasnya. “Radiator sebagai area pendingin coolant, ketika cairan ini mengalir melalui pipa tipis maka panas akan diserap oleh sirip-sirip di sekitarnya, lalu tugas kipas radiator membuang panas,” ucap Muchlis. Ilustrasi radiator pada mobil. Muchlis mengatakan radiator harus dipastikan tidak pampat sehingga coolant bisa mengalir dengan semestinya dan mampu menjaga suhu mesin tetap ideal. “Penting juga memastikan radiator tidak bocor, jika sampai bocor maka coolant akan terbuang keluar dan lama-lama habis, jika sudah demikian sistem pendingin mesin tidak jalan,” ucap Muchlis. Sehingga ketika mesin dipacu untuk bisa melibas tanjakan, yang terjadi justru overheating. Sehingga, bukan tenaga yang dihasilkan tapi malah membuat mesin jebol dan gagal menanjak. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang