Transmisi mobil matik dikenal praktis dan nyaman digunakan, terutama untuk mobilitas harian di perkotaan. Namun di balik kemudahannya, komponen ini juga rentan mengalami kerusakan jika tidak digunakan dengan cara yang tepat. Apalagi, masih banyak pemilik kendaraan yang tidak menyadari bahwa kebiasaan sederhana saat berkendara justru bisa mempercepat kerusakan transmisi. Iwan, pemilik bengkel mobil Iwan Motor Solo, mengatakan salah satu hal mendasar yang membuat transmisi mobil matik cepat jebol adalah kebiasaan sehari-hari yang dianggap sepele. mobil yang mengalami transmisi matik jebol Contoh paling umum terjadi saat pengemudi memindahkan tuas transmisi tanpa memperhatikan kondisi kendaraan. “Misalnya, memindahkan tuas dari R ke D atau sebaliknya saat mobil belum benar-benar berhenti. Ini bisa mempercepat keausan komponen di dalam transmisi,” ucapnya kepada Kompas.com, Kamis (30/4/2026). Selain itu, teknik berkendara di jalan menanjak juga sering kurang tepat karena pengemudi menahan mobil dengan gas tanpa rem, sehingga membebani transmisi. “Selain itu, sering menahan mobil di tanjakan hanya dengan gas tanpa menggunakan rem juga memberi beban berlebih pada transmisi,” ucapnya. Perawatan berkala pun menjadi faktor penting yang kerap diabaikan oleh pemilik kendaraan, padahal penggantian oli transmisi dan penggunaan spesifikasi yang tepat sangat berpengaruh terhadap kinerja serta umur pakai komponen. “Kebiasaan lain seperti jarang mengganti oli transmisi, atau menggunakan oli yang tidak sesuai spesifikasi, juga sangat berpengaruh terhadap umur pakai transmisi,” ucapnya. Maka dari itu, langkah sederhana seperti memastikan mobil berhenti sebelum memindahkan tuas, menggunakan rem saat di tanjakan, serta rutin mengganti oli transmisi sesuai spesifikasi dapat membantu menjaga kinerja dan memperpanjang umur pakai transmisi. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang