Sistem rem ABS (Anti-lock Braking System) menjadi salah satu fitur penting pada sepeda motor modern karena mampu menjaga kestabilan saat pengereman mendadak. Namun, di balik fungsinya tersebut, komponen ini membutuhkan perawatan ekstra agar tidak cepat rusak, terutama pada bagian modul yang dikenal cukup sensitif dan mahal jika harus diperbaiki atau diganti. Menurut Dicky Nurjaman, pemilik Garasi Aicky Motor di Cibinong yang merupakan spesialis servis rem ABS, salah satu kunci utama menjaga keawetan sistem ini adalah rutin mengganti minyak rem. Ilustrasi rem ABS pada motor Ia menemukan di lapangan bahwa banyak motor mengalami masalah bukan karena usia pakai, melainkan karena kondisi minyak rem yang sudah terkontaminasi kotoran. “Kalau untuk motor tipe ABS yang pasti yang harus diperhatikan, penggantian minyak rem. Kalau standar (pabrikan) kan per 10.000 Km kalau menurut jarak tempuh, atau per 1 tahun kalau menurut waktu,” ujar Dicky, kepada Kompas.com (17/4/2026). “Cuma yang saya temukan di lapangan, meskipun waktunya belum menyentuh segitu, kilometernya belum menyentuh segitu, itu ada beberapa kasus yang justru di master remnya itu udah kayak kotor banget, kayak ada lumpur,” kata dia. Ilustrasi indikator rem ABS motor yang menyala Dicky pun menyarankan agar penggantian minyak rem dilakukan lebih cepat, sekitar 6 bulan sekali untuk memastikan kebersihan perangkat rem ABS terjaga. Pasalnya, kondisi minyak rem yang sudah seperti “berlumpur” ini biasanya disebabkan oleh masuknya air atau kotoran ke dalam sistem, yang pada akhirnya dapat mengganggu kinerja hidrolik dan merusak komponen internal, termasuk modul ABS. Karena itu, meskipun pabrikan memberikan interval penggantian hingga satu tahun, dalam praktiknya penggantian setiap enam bulan dinilai lebih aman, terutama untuk penggunaan harian di kondisi jalan yang beragam. Rem ABS pada motor. Selain itu, Dicky juga menyoroti kesalahan umum saat penggantian kampas rem yang bisa berdampak langsung pada performa pengereman. Ia kerap menemukan kasus di mana rem tiba-tiba terasa “ngelos” setelah servis. “Saya sering dapat kasus dari teman-teman mekanik, habis ganti kampas rem, kok tiba-tiba ngelos,” ucap dia. Kondisi ini umumnya terjadi karena adanya udara yang masuk ke dalam sistem hidrolik atau proses bleeding yang tidak dilakukan dengan benar, sehingga tekanan rem tidak maksimal dan berpotensi mengganggu kerja ABS. Ilustrasi minyak rem sepeda motor Untuk mengantisipasi kerusakan, perawatan sederhana seperti rutin menguras minyak rem, memastikan penggunaan cairan berkualitas, serta melakukan servis di bengkel yang paham sistem ABS menjadi langkah penting. Dengan menjaga kebersihan sistem dan prosedur servis yang tepat, modul ABS bisa lebih awet dan tetap bekerja optimal, sehingga keamanan berkendara pun tetap terjaga. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang