Kerusakan pada sistem rem ABS motor tidak selalu terjadi secara tiba-tiba. Ada tanda-tanda awal yang bisa dikenali sebelum komponen krusial seperti modul ABS mengalami kerusakan parah, bahkan hingga terbakar. Sayangnya, banyak pemilik motor yang mengabaikan gejala ini hingga akhirnya berdampak lebih serius. Dicky Nurjaman, pemilik bengkel Garasi Aicky Motor di Cibinong, menguatakan bahwa indikator di panel instrumen menjadi sinyal paling awal yang harus diperhatikan. Ilustrasi indikator rem ABS motor yang menyala “Sebelum modul ABS terbakar pasti dia kasih tanda-tanda. Kan di spidometer atau di dasbor itu ada beberapa indikator ya, salah satunya check engine, terus indikator ABS,” ujar Dicky, kepada Kompas.com belum lama ini. “Nah, kalau ABS sudah tanda-tanda terjadi kebocoran atau udah enggak normal, indikator ABS biasanya muncul, nyala lampunya,” kata dia. Dalam kondisi normal, lampu indikator ABS hanya menyala saat kontak pertama kali dihidupkan, lalu akan mati setelah motor mulai berjalan. Jika lampu tersebut terus menyala, maka itu pertanda ada masalah pada sistem. Jangan pasang rem ABS sendiri. Masalah tersebut bisa berasal dari berbagai komponen, mulai dari sensor kecepatan, rotor, hingga sistem utama ABS. Jika dibiarkan, kerusakan bisa berkembang lebih jauh, termasuk risiko kebocoran yang berujung pada kerusakan modul. “Kalau masih (nyala) dibiarkan saja, dipakai karena sudah terjadi kebocoran misalkan, tinggal nunggu terbakarnya saja,” katanya. Tak hanya itu, gejala lanjutan juga bisa terlihat dari fungsi lain yang ikut terganggu. Salah satunya adalah sistem pengereman ABS yang berhenti bekerja, serta indikator kecepatan yang tidak lagi terbaca di spidometer. Ilustrasi rem ABS pada motor “Biasanya fungsi ABS tinggal tunggu matinya, terus kecepatan di spidometer pun enggak bakal kebaca,” ucap Dicky. Dengan mengenali tanda-tanda awal ini, pemilik motor bisa segera melakukan pengecekan dan perbaikan sebelum kerusakan semakin parah. Mengabaikan indikator ABS yang menyala terus bukan hanya berisiko merusak komponen mahal, tetapi juga membahayakan keselamatan saat berkendara. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang