Penggunaan bahan bakar minyak (BBM) yang tidak cocok dengan spesifikasi mesin mobil dapat menimbulkan berbagai masalah, baik dari sisi performa maupun keawetan komponen. Setiap mesin memiliki kompresi berbeda, semakin tinggi kompresi membutuhkan BBM dengan nilai oktan makin tinggi. Hal ini berkaitan dengan waktu pengapian. Bila BBM yang digunakan tak sesuai maka mesin berpotensi mengalami waktu pengapian tak sesuai harapan. Muchlis, pemilik bengkel Spesialis Toyota Mitsubishi, Garasi Auto Service Sukoharjo mengatakan tanda yang paling sering dirasakan adalah mesin terasa kurang bertenaga atau ngempos saat akselerasi. “Waktu pengapian yang tidak tepat akan membuat performa mobil menurun, selain itu muncul bunyi ngelitik atau knocking saat mesin bekerja,” ucap Muchlis kepada KOMPAS.com, Minggu (29/3/2026). Kondisi tersebut umumnya terjadi ketika mesin dengan kebutuhan oktan tinggi justru menggunakan BBM beroktan rendah. Akibatnya, pembakaran terjadi terlalu cepat. Knocking sepintas tak memberikan dampak kerusakan, namun bila dibiarkan terlalu lama dapat menyebabkan komponen mesin lebih cepat aus terutama bagian piston. Getaran berlebih ini secara akumulatif akan merusak komponen dengan perlahan. Pertamax Green 95 hadir di 170 SPBU Pulau Jawa, dorong energi hijau berbasis bahan baku lokal. Penggunaan BBM yang tidak sesuai juga dapat menyebabkan konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros. Mesin harus bekerja lebih keras untuk menghasilkan tenaga yang sama. “Tak terasa konsumsi BBM meningkat, hal ini bisa diperhatikan di layar informasi (MID) terkait rata-rata konsumsi BBM, hitungan berapa kilometer per liternya,” ucap Muchlis. Selain boros, mesin juga bisa terasa lebih kasar dan bergetar dibandingkan kondisi normal. Ini menandakan proses pembakaran tidak efisien. Dari sisi emisi, BBM yang tidak cocok bisa menyebabkan asap knalpot menjadi lebih pekat dan berbau menyengat. Ini menunjukkan adanya pembakaran yang tidak sempurna. “Kondisi ini juga bisa memicu lampu indikator check engine menyala karena sensor mendeteksi ketidaksesuaian sistem pembakaran,” ucap Muchlis. Selain itu, residu dari BBM yang tidak sesuai dapat membuat ruang bakar lebih cepat kotor dan meningkatkan suhu mesin. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang