Konsumen sebaiknya menyesuaikan jenis bensin yang digunakan dengan spesifikasi mesin mobil atau motor. Pasalnya, tak semua mesin cocok dengan jenis bensin yang beredar di pasaran. Salah satu standar kualitas bensin adalah research octane number (RON). Semakin tinggi angka RON, bisa diartikan semakin berkualitas. Namun, faktanya tak semua kendaraan butuh bensin dengan RON tinggi. Ahmad Safrudin alias Puput, Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB), mengatakan keberadaan bensin dengan RON tinggi dipasaran guna mendukung kebutuhan mesin-mesin modern. “Mesin modern, cenderung memiliki kompresi tinggi, sehingga butuh bensin RON tinggi agar hasilnya optimal, sesuai harapan pabrikan dalam menciptakan mesin tersebut,” ucap Puput saat dihubungi KOMPAS.com, Rabu (19/11/2025). Kendaraan dengan rasio kompresi tinggi harus didukung dengan bensin RON tinggi. Jika diisi bensin dengan RON yang tidak memadai, hasilnya tak akan sesuai harapan. “Misalnya kendaraan-kendaraan sekarang, rata-rata punya rasio kompresi antara 9:1 sampai 10:1, bila diisi bensin dengan RON 91 ke bawah, maka akan terjadi knocking atau ngelitik bahkan brebet,” ucap Puput. Petugas SPBU melayani pengisian BBM. (Dok, Pertamina) Hal ini bisa terjadi, lantaran di dalam ruang bakar mesin kompresi tinggi tersebut terjadi pembakaran prematur karena bensin sudah terbakar lebih dulu sebelum busi memercikan bunga api. “Ledakan prematur ini terjadi hanya karena tekanan atau kompresi oleh piston, padahal harusnya bensin ini baru terbakar setelah disulut oleh percikan api dari busi, dampaknya apa, pembakaran jadi kurang sempurna, tenaga drop dan muncul suara ngelitik,” ucap Puput. Maka dari itu, mesin kompresi tinggi pada mobil modern harus didukung dengan bensin RON tinggi. Sebaliknya, mesin dengan kompresi rendah tak membutuhkan bensin RON tinggi. Jayan Sentanuhady, Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) mengatakan bensin RON tinggi hanya kompatibel dengan mesin kompresi tinggi. “Bensin RON tinggi dibutuhkan pada kendaraan dengan rasio kompresi tinggi, jadi tak perlu gaya-gayaan pakai bensin mahal, RON tinggi, padahal mobilnya dibekali mesin kompresi rendah,” ucap Jayan kepada KOMPAS.com, Selasa (18/11/2025). Misal mobil dengan rasio kompresi 9:1, konsumen cukup pakai bensin RON 90 atau RON 88. Pemakaian bensin RON tinggi pada mesin kompresi rendah hanya buang-buang uang. Pertamax Green 95 hadir di 170 SPBU Pulau Jawa, dorong energi hijau berbasis bahan baku lokal. “Bensin RON tinggi hanya akan efektif pada mesin kompresi tinggi, hal ini terjadi karena spesifikasi mesinnya mendukung,” ucap Jayan. Berikut jenis bensin yang sesuai dengan kompresi mesin, menurut Puput: Mesin dengan kompresi di bawah 9:1, bisa pakai bensin RON 91 atau kurang, Mesin kompresi 9:1 ke atas, harus pakai bensin minimal RON 91, Mesin kompresi 11:1 minimal dengan bensin RON 95, dan Mesin kendaraan balap, perlu kompresi khusus di atas 11:1, otomatis perlu bensin RON lebih tinggi lagi. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.