Pikap kabin ganda atau dobel kabin bekas kerap menjadi incaran karena tampilannya yang gagah dan kemampuannya melibas berbagai medan. Namun, di balik harga yang terbilang menarik, calon pembeli perlu lebih jeli dan teliti agar tidak salah pilih, terutama karena banyak unit dobel kabin di pasar bekas merupakan eks kendaraan operasional dengan beban kerja berat. Menurut Gazoel Amin, pemilik jasa inspeksi kendaraan Bantu Cek, pikap kabin ganda bekas yang dijual dengan harga jauh di bawah pasaran patut dicurigai asal-usulnya. Banyak dari unit tersebut merupakan bekas kendaraan tambang yang sehari-hari digunakan di medan ekstrem. “Mobil dobel kabin bekas tambang itu kelihatannya masih bagus dari luar, tapi masalah utamanya biasanya ada di struktur bawah,” kata Gazoel kepada Kompas.com, Selasa (20/1/2026). Gazoel menjelaskan, sasis menjadi titik paling krusial yang wajib diperiksa. Pada mobil bekas tambang, sasis kerap mengalami benturan keras, jatuh ulang, hingga perbaikan berulang. Tanda-tandanya bisa terlihat dari bekas tempelan, dempul, hingga cat ulang di bagian rangka. Ilustrasi nomor rangka mobil. Selain sasis, calon pembeli juga perlu memperhatikan kondisi nomor rangka. Menurut Gazoel, tidak sedikit mobil dobel kabin bekas tambang yang nomor rangkanya pernah diperbaiki atau ditempel ulang akibat sasis mengalami kropos. Meski ada dokumen cek fisik atau surat keterangan resmi, kondisi tersebut tetap menandakan kendaraan pernah mengalami kerusakan struktural. “Kalau sudah ada perbaikan di area nomor rangka, pembeli harus ekstra hati-hati. Itu biasanya karena sasisnya pernah bermasalah,” ujar Gazoel. Ia juga mengingatkan agar pembeli lebih teliti jika mobil dobel kabin yang dibidik atas nama perusahaan. Kendaraan operasional, khususnya di sektor tambang, umumnya digunakan secara intensif tanpa terlalu memikirkan kenyamanan jangka panjang. Pemeriksaan kolong mobil secara menyeluruh menjadi langkah yang tidak boleh dilewatkan. Gazoel menambahkan, model-model populer seperti Toyota Hilux dan Mitsubishi Triton memang banyak beredar di pasar mobil bekas dengan harga relatif terjangkau. Meski demikian, tidak semua unit dalam kondisi buruk. Ada juga mobil yang masih layak pakai, asalkan pembeli mampu membedakan unit bekas tambang dan non-tambang. “Intinya jangan tergiur tampang gagah dan harga murah. Mobil dobel kabin itu kuat, tapi kalau riwayat pemakaiannya berat dan sasisnya sudah kena, risikonya besar di kemudian hari,” kata Gazoel. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang