Kehadiran jasa inspeksi mobil bekas kini mulai menjadi bagian penting dalam transaksi kendaraan seken. Bukan hanya membantu calon pembeli, pada satu sisi layanan tersebut juga dinilai menguntungkan pedagang mobil seken karena bisa memberikan penilaian yang lebih objektif terhadap kondisi kendaraan. Singgih dari Willies Mobil di Depok, Jawa Barat, mengatakan jasa inspeksi cukup membantu proses penjualan, terutama ketika unit yang dijual memang memiliki kondisi baik. “Jasa inspeksi cukup membantu, terutama kalau unit yang kami jual memang kondisinya bagus. Karena jasa inspeksi benar-benar objektif," katanya kepada Kompas.com, Selasa (12/5/2026). Diler mobil bekas Willies Mobil di Kelapa Dua, Depok "Bagus ya dibilang bagus. Sebaiknya juga gitu. Hanya saja, tidak semua konsumen bisa menerima itu,” ujar dia. Menurut Singgih, sebelum jasa inspeksi mulai banyak digunakan, pedagang mobil seken sering merasa khawatir ketika konsumen meminta kendaraan diperiksa langsung ke bengkel resmi. “Dulu sebelum ada jasa inspeksi, kalau ada konsumen bilang, ‘Mas, saya cek ke diler resmi bisa enggak?’ itu kami sudah ketar-ketir,” katanya. Ia menjelaskan, pemeriksaan di diler resmi sering kali membuat konsumen mendapat daftar penggantian komponen berdasarkan standar perawatan pabrikan. Padahal, kondisi kendaraan di lapangan belum tentu membutuhkan penggantian tersebut. Showroom mobil bekas Hapsari Motor, di Kelapa Dua, Depok. “Diler resmi itu punya SOP penggantian suku cadang dan jadwal servis sendiri. Tapi kondisi mobil kami belum tentu seperti itu semuanya,” ujar dia. Singgih mencontohkan, ada beberapa komponen yang masih layak digunakan tetapi tetap direkomendasikan untuk diganti karena faktor usia pemakaian atau interval servis. “Misalnya mobil jarang dipakai dan lebih banyak diam. Oli sebenarnya masih bagus, tapi karena sudah enam bulan tetap disarankan ganti,” kata dia. Menurut dia, konsumen yang belum terlalu memahami kondisi teknis mobil biasanya langsung mengikuti rekomendasi bengkel resmi tanpa mempertimbangkan kondisi aktual kendaraan. Mobil bekas Innova Reborn diesel “Kadang konsumen langsung percaya kalau dibilang harus ganti oli atau kaki-kaki, karena itu memang standar diler resmi,” ujarnya. Ia menambahkan, standar tersebut juga berkaitan dengan sistem garansi yang diterapkan diler resmi kepada konsumen kendaraan baru. “Diler resmi punya standar pemakaian tertentu, misalnya kampas rem tidak harus menunggu habis baru diganti. Makanya mereka berani kasih garansi tiga tahun," ungkapnya. "Tapi garansi itu juga bisa hangus kalau selama tiga tahun tidak servis di diler resmi,” kata Singgih. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang