Sebagai pemula kadang tidak berpikir jangka panjang setelah membeli mobil. Padahal setelah membeli mobil, bukan lantas bakal berhenti mengeluarkan uang. Mobil tetap butuh biaya operasional, perbaikan, bayar pajak dan sebagainya. Hal ini perlu diperhatikan bagi pemula, sehingga penting agar menyesuaikan bujet sebelum memilih unit. Arif Suasono Ariyadi, pemilik bengkel Spesialis Nissan - Datsun, Kebat Motors Bintaro Tangerang Selatan mengatakan, pemula perlu memilih mobil bekas dengan harga yang sesuai kemampuan keuangan dan masih menyisakan dana untuk perawatan, operasional dan lainnya. “Pilih mobil bekas dengan usia yang tak terlalu tua, bisa usia 5 sampai 8 tahun. Lebih muda bikin potensi unit masih prima, bila terlalu tua, risikonya perawatan lebih besar,” ucap Arif kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Jenis transmisi juga patut dipertimbangkan, matik atau manual. Mobil matik tentu lebih ramah bagi pemula daripada model manual secara pengoperasiannya. Mobil matik lebih mudah dikendarai bagi pemula karena tidak ribet main kopling dan memperhatikan posisi tuas transmisi. Pasar mobil bekas diklaim lesu pada 2025 “Kalau manual cocok untuk belajar kontrol kendaraan, tapi cenderung kurang praktis di kemacetan, ini bisa bikin repot bagi pemula,” ucap Arif. Bila belum ada kepentingan soal kapasitas penumpang, pemula perlu memperhatikan dimensi mobil bekas yang akan dibelinya. Sebisa mungkin menghindari mobil dengan dimensi terlalu besar. “Mobil hatchback atau city car lebih ramah bagi pemula karena dimensinya kecil, ini bikin gampang parkir dan melewati jalan sempit, radius putar kecil bikin mobil lebih lincah, bila terlalu besar risikonya lecet dan lambat di jalan sempit, karena feeling pengemudi belum akurat,” ucap Arif. Ilustrasi mobil bekas seharga sepeda motor Selain itu, pemula juga perlu memilih mobil yang suku cadangnya mudah dicari dan mudah ditangani oleh sebagian besar bengkel umum. “Hindari mobil langka yang sparepart-nya mungkin langka dan mahal, minimal sudah tahu juga bengkel langganan untuk melakukan perbaikan,” ucap Arif. Supaya ongkos operasional lebih hemat, pemula bisa memilih mobil irit bahan bakar. Hanya saja, mobil irit cenderung performanya tidak begitu buas sehingga kurang cocok bagi pengemudi yang suka dengan mobil bertenaga. “Perhatikan juga fitur keselamatan dasar pada mobil, harus ada dan berfungsi, seperti airbags,anti-lock brake system (ABS), kamera mundur dan sebagainya,” ucap Arif. Nah, bagi pemula, penting memilih mobil dengan kriteria di atas agar mempermudah pengoperasian, perawatan dan sesuai dengan kebutuhan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang