Bagi sebagian orang yang baru belajar mengemudi atau baru ingin memiliki mobil pertama, memilih mobil bekas sering dianggap lebih aman dan ekonomis dibanding membeli mobil baru. Selain harga yang lebih terjangkau, pilihan model dan jenis transmisinya juga cukup beragam di pasaran. Namun, calon pembeli pemula kerap bingung menentukan pilihan antara mobil transmisi manual atau matik. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, tergantung kebutuhan dan karakter pengemudi. Iwan, pemilik bengkel mobil Iwan Motor Honda, Solo, mengatakan, mobil bekas untuk pemula lebih baik transmisi manual, tapi jika ingin mencari yang mudah maka bisa pilih transmisi matik. “Kalau pemula, kalau dasarnya ingin lebih hemat BBM dan harga mobil lebih murah maka manual bisa jadi pilihan, selain itu juga bisa meningkatkan kemampuan berkendara,” ucap Iwan kepada Kompas.com, belum lama ini. “Tapi kalau mau lebih praktis dan lebih nyaman dikendarai matik pilihan yang tepat,” lanjut Iwan. Menurut Iwan, mobil manual masih memiliki beberapa keunggulan, terutama dari sisi biaya kepemilikan yang relatif lebih murah. Selain harga unit bekasnya cenderung lebih rendah, konsumsi bahan bakar mobil manual juga umumnya lebih irit dibanding matik, terutama pada mobil dengan usia pakai di atas lima tahun. Di sisi lain, transmisi matik lebih cocok bagi pengemudi pemula yang mengutamakan kenyamanan, khususnya saat berkendara di lalu lintas perkotaan yang padat. Pengemudi tidak perlu sering menginjak kopling dan memindahkan gigi sehingga lebih santai saat digunakan harian. Karena itu, sebelum membeli mobil bekas, calon pemilik sebaiknya menyesuaikan pilihan transmisi dengan kebutuhan penggunaan, kemampuan berkendara, hingga anggaran perawatan jangka panjang. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang