Vespa matik memang menjadi salah satu motor yang punya tampilan unik. Modelnya khas skuter Eropa, rangkanya juga masih memakai monokok dari besi yang bentuknya ikonik. Salah satu cara untuk mendongkrak penampilan Vespa matik adalah dengan pemasangan livery. Ada beberapa opsi mengaplikasikan livery ke motor, wrapping dan repaint. Dari kedua metode tersebut, apa saja plus dan minusnya? Modifikasi cat ulang Vespa dengan livery oleh Grit Design & Decal Johanes Victorio, Co-Founder Grit Design & Decal menjelaskan, metode wrapping dan repaint sebenarnya tidak beda jauh secara harga. "Kalau stiker (wrapping) rata-rata warnanya doff, kalau gloss pun agak ke satin, bukan yang flat," kata pria yang akrab disapa Jovic kepada Kompas.com belum lama ini. Sementara kalau repaint, dari warna sampai finishing bisa pilih sendiri. Hasil cat dengan print decal di sticker tentu berbeda, selain itu warnanya bisa lebih keluar. "Lama-lama kalau pasang wrapping yang enggak benar, bisa terkelupas. Sayang aja," kata Jovic. Sementara kalau kekurangan repaint atau cat ulang, tidak bisa dikelupas, kalau bosan harus cat ulang. Artinya biaya yang keluar bisa lebih banyak dan prosesnya lebih lama dibandingkan wrapping sticker. "Kenapa repaint, dilihatnya lebih segar, jadi konsumen senang, kelihatan berbeda," kata Jovic. Kadang kalau pasang sticker, hasilnya tidak akan maksimal seperti dicat ulang. Tapi kembali lagi, masing-masing modifikasi punya plus dan minus, bisa dipertimbangkan kembali. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang