Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) pada mobil matik cenderung lebih boros bila dibandingkan mobil manual. Hal ini bisa terjadi lantaran desain sistem kopling pada mobil matik sedemikian rupa. Meski demikian, pengemudi bisa meninggalkan kebiasaan yang bisa membuat konsumsi BBM lebih boros. Seperti mengoperasikan dengan benar dan menerapkan eco driving. Muchlis, Pemilik Bengkel Spesialis Toyota Mitsubishi, Garasi Auto Service Sukoharjo mengatakan saat mobil matik berhenti di lampu merah atau kemacetan lalu lintas, seharusnya tuas transmisi digeser ke netral. Membiarkan tuas transmisi matik tetap di posisi D saat mobil berhenti dapat meningkatkan konsumsi BBM. “Kondisi tersebut sama saja memberi beban kepada mesin, sehingga saat posisi D sistem akan secara otomatis menambah putaran mesin (idle-up), dengan demikian jumlah BBM yang terbakar menjadi lebih banyak,” ucap Muchlis kepada KOMPAS.com, Kamis (8/1/2026). Beban mesin yang bertambah tersebut akan sangat tidak efisien bila laju mobil ditahan, sehingga jarak yang ditempuh nol tapi jumlah BBM yang dipakai lebih banyak. Transmisi otomatis dual clutch pada Ford Ecosport “Artinya BBM yang terbakar lebih banyak ini terbuang sia-sia, seharusnya bisa menambah jarak tempuh kendaraan, karena posisi D itu kan artinya mode drive atau jalan, tapi mobil malah direm untuk berhenti,” ucap Muchlis. Hasan Ariyanto, pemilik bengkel Spesialis Nissan, Mandiri Auto Klaten mengatakan mobil matik memiliki sistem otomatis dalam menentukan percepatan, berdasarkan pembacaan dari beberapa sensor. “Setiap pabrikan mobil berupaya membuat kendaraan yang efisien, sehingga sistem pada transmisi matik selalu berusaha mengoptimalkan energi (BBM) yang terbakar agar menjadi tenaga atau putaran roda,” ucap Hasan kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Penampakan parking pawl pada transmisi matik. Percepatan pada mobil matik akan diatur oleh transmission control module (TCM) dan engine control module (ECM) berdasarkan pembacaan sensor seperti pembukaan throttle, kecepatan laju kendaraan, putaran mesin dan sebagainya. “Untuk menghemat BBM, maka dibutuhkan jarak tempuh panjang dan konsumsi BBM seminim mungkin atau dengan putaran mesin rendah, sementara transmisi memainkan rasio antara putaran mesin dan output transmisi,” ucap Hasan. Puncak efisiensi tersebut bisa dicapai ketika mobil matik melaju konstan sekitar 60 - 80 Km per jam dengan putaran mesin rendah. Pada saat itu percepatan transmisi sudah pada posisi top gear. “Berbeda kondisinya ketika pengemudi sering melakukan kickdown, maka rasio percepatan akan dibikin rendah atau downshift untuk mendapatkan akselerasi optimal, saat bersamaan BBM yang disemburkan juga lebih banyak,” ucap Hasan. Jadi, untuk menghemat BBM menggunakan mobil matik, pengemudi bisa menerapkan cruising mode atau melaju konstan dengan putaran mesin rendah dan memindahkan tuas transmisi ke netral. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang