Pelintasan sebidang rel kereta masih menjadi salah satu titik paling rawan kecelakaan di jalan raya. Banyak insiden terjadi bukan semata karena palang pintu tidak berfungsi, tetapi karena pengemudi tidak memiliki kebiasaan disiplin saat melintasi rel. Di tengah meningkatnya perhatian publik atas kecelakaan yang melibatkan kendaraan dan kereta api di Bekasi, aspek perilaku pengemudi kembali disorot. Salah satu yang paling krusial adalah kebiasaan sederhana: berhenti sejenak sebelum melintas rel. Praktisi keselamatan berkendara, Marcell Kurniawan, menegaskan bahwa pengemudi seharusnya memperlakukan perlintasan rel seperti persimpangan dengan rambu STOP. Artinya, tidak cukup hanya melambat, tetapi wajib berhenti untuk memastikan kondisi benar-benar aman. “Harus dibiasakan saat akan melintasi rel, harus seperti saat di pertigaan yang ada rambu setop, dimana kita perlu perlambat kemudian berhenti sesaat untuk memastikan aman, walaupun palang belum turun, lalu kembali melanjutkan perjalanan,” kata Marcell kepada Kompas.com, Selasa (28/4/2026). Sejumlah pemotor tertahan di depan palang pintu perlintasan sebidang Pejaten Timur. Antrean panjang sering terjadi setiap kali kereta komuter (KRL) melintas di jam sibuk. Senin (23/2/2026) Menurutnya, kebiasaan “3 detik berhenti” sebelum rel bisa menjadi pembeda antara perjalanan aman dan kecelakaan fatal. Waktu singkat tersebut memberi kesempatan pengemudi untuk benar-benar mengamati dua arah jalur rel yang sering kali sulit diprediksi. Marcell juga menekankan bahaya terbesar justru muncul dari sikap terburu-buru. Banyak pengemudi yang nekat menerobos atau hanya sekadar mengandalkan kondisi palang pintu, padahal sistem tersebut bukan satu-satunya penentu keselamatan. Dalam sejumlah kasus kecelakaan di perlintasan sebidang, faktor kelalaian pengemudi yang tidak berhenti total sebelum rel menjadi salah satu pemicu utama. Kondisi ini diperparah dengan adanya titik perlintasan padat kendaraan serta visibilitas terbatas. Dengan demikian, disiplin kecil seperti berhenti beberapa detik sebelum rel bukan sekadar prosedur tambahan, melainkan bagian penting dari budaya keselamatan berkendara yang bisa mencegah kecelakaan besar di jalan raya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang