Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan faktor dominan penyebab kecelakaan lalu lintas di musim mudik lebaran. Menurut Sigit, faktor utama kecelakaan yang sering terjadi adalah karena gagalnya pengemudi mobil menjaga jarak aman dengan kendaraan di depannya. Lantas seperti apa tipsnya?Dalam rapat koordinasi (rakor) lintas sektoral terkait kesiapan Operasi Ketupat 2026, Sigit menjelaskan penyebab kecelakaan paling dominan adalah karena gagal menjaga jarak aman dengan jumlah 1.156 kasus. Penyebab lainnya adalah pengemudi kelelahan."Ini mungkin disebabkan oleh faktor kecepatan yang bertambah. Namun, di satu sisi juga kadang kala ada masyarakat yang sudah lelah, mengantuk, namun memaksakan sehingga terjadi kejadian laka," ungkap Sigit. Maka itu, penting bagi para pengemudi mobil agar selalu menjaga jarak aman dengan kendaraan di depannya. Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) menyebutkan, ada rumus yang bisa digunakan sebagai patokan menjaga jarak aman, rumus yang dimaksud adalah rumus tiga detik.Maksud dari rumus tiga detik ini adalah pengendara harus menjaga jarak dengan perhitungan tiga detik. Caranya gampang, temukan patokan yang cukup besar dan tidak bergerak alias statis di sepanjang jalan, bisa tiang, pohon ataupun benda lainnya.Ketika mobil di depan melintasi patokan yang kita tentukan, mulai hitung dalam hati, dengan angka 1.000 dan 1, 1.000 dan 2, 1.000 dan 3. Pastikan mobil kita melewati patokan yang sama pada akhir hitungan, jika sudah tepat maka kamu telah memenuhi jarak aman, yaitu jarak tiga detik.Menurut BPJT, rumus tiga detik ini sudah sesuai dengan reaksi pengemudi. Perhitungan waktu 1,5 - 2 detik yakni lama waktu persepsi manusia selaku pengendara dalam mengemudikan kendaraannya dan melihat kendaraan lain di depannya pada saat melakukan pengereman mendadak.Selanjutnya pada waktu 0,5-1 detik, seorang pengendara mendapatkan reaksi secara cepat untuk menghentikan kendaraan dengan tenang sesuai jarak aman berkendara agar tidak menabrak kendaraan di depannya yang sudah melakukan pengereman secara mendadak."Penghitungan rumus tiga detik tersebut diharapkan untuk tetap menjaga jarak aman saat mengerem kendaraan mendadak, sehingga kendaraan tidak langsung menabrak kendaraan di depan, begitupun kendaraan di belakang yang juga menjaga jarak dengan aman," sebut BPJT."Dibutuhkan fokus yang cukup tinggi saat berkendara di Jalan Tol serta jangan lengah saat sedang mengemudikan kendaraan. Pastikan kendaraan dalam kondisi aman dan tetap patuhi aturan berkendara dengan benar," tulisnya.