Ilustrasi motor matik Pernah mengalami saat menarik gas motor terasa berat atau lambat merespons? Kondisi ini tidak hanya membuat pengalaman berkendara kurang nyaman, tetapi juga bisa menjadi pertanda adanya masalah serius pada mesin. Menurut Suzuki Indonesia, dikutip VIVA Senin, 5 Januari 2026, tarikan gas yang berat biasanya terjadi karena beberapa faktor yang sering diabaikan pengendara, mulai dari oli mesin hingga setelan komponen penting. VIVA Otomotif: Ilustrasi touring motor Tarikan gas yang berat bukan sekadar masalah sepele. Jika dibiarkan, performa motor menurun, konsumsi bahan bakar meningkat, bahkan risiko kerusakan mesin menjadi lebih tinggi. Berikut adalah tujuh penyebab paling umum beserta penjelasannya:1. Oli Mesin Jarang Diganti Oli mesin berfungsi melumasi komponen internal dan membantu pembuangan panas dari mesin. Ketika oli sudah terlalu lama digunakan, viskositasnya menurun, sehingga gesekan antar komponen meningkat. Hasilnya, mesin harus bekerja lebih keras untuk menghasilkan tenaga, sehingga tarikan gas terasa berat. Solusi: Ganti oli sesuai jadwal yang dianjurkan pabrikan. Pilih oli dengan spesifikasi yang tepat untuk tipe motor Anda. 2. Oli Mesin Terlalu BanyakMeskipun jarang, pengisian oli yang melebihi kapasitas dapat menyebabkan tekanan berlebih di ruang mesin. Oli yang berlebihan juga bisa terjebak udara di sistem pelumasan, membuat piston bergerak lebih berat. Akibatnya, tenaga mesin berkurang dan tarikan gas terasa berat.Solusi: Selalu isi oli sesuai takaran yang direkomendasikan di buku manual motor.3. Filter Udara TersumbatFilter udara berfungsi menyaring debu dan kotoran yang masuk ke ruang bakar. Jika filter terlalu kotor, aliran udara terhambat, pembakaran menjadi kurang efisien, dan mesin kehilangan tenaga. Hal ini membuat akselerasi motor lambat dan tarikan gas terasa berat.Solusi: Bersihkan filter udara secara rutin atau ganti jika sudah terlalu kotor.4. Busi dan Sistem Pengapian Bermasalah ilustrasi gambar busi motorBusi yang aus atau sistem pengapian yang tidak optimal menghasilkan percikan api yang lemah. Percikan api yang kurang kuat menyebabkan pembakaran bahan bakar tidak sempurna. Mesin kehilangan tenaga, terutama saat akselerasi atau melewati tanjakan.Solusi: Periksa kondisi busi secara berkala dan ganti jika aus. Pastikan sistem pengapian dalam kondisi baik.5. Hambatan pada Sistem Penyaluran TenagaKomponen seperti rantai, v‑belt, kampas kopling, atau roller yang aus atau kurang terawat membuat tenaga mesin sulit sampai ke roda. Akibatnya, tarikan gas terasa berat meskipun mesin masih terdengar normal.Solusi: Rutin periksa dan ganti komponen penghubung tenaga sesuai kebutuhan.6. Penumpukan Karbon di Ruang BakarSisa pembakaran meninggalkan karbon yang menempel di kepala silinder atau ruang bakar. Penumpukan ini dapat mempersempit ruang kompresi dan mengganggu pembakaran. Mesin pun menjadi kurang responsif, dan tarikan gas terasa berat.Solusi: Bersihkan ruang bakar secara berkala atau lakukan servis ke bengkel resmi.7. Setelan Klep dan Kompresi Mesin Tidak TepatKlep yang tidak menutup atau membuka dengan sempurna dapat menurunkan kompresi mesin. Begitu pula kondisi ring piston atau dinding silinder yang aus membuat tenaga mesin hilang, sehingga tarikan gas menjadi berat. Ilustrasi motor berhenti di lampu merahSolusi: Periksa setelan klep dan kompresi mesin secara berkala di bengkel resmi.Tarikan gas motor yang berat biasanya disebabkan kombinasi dari beberapa masalah kecil yang dibiarkan. Dengan perawatan rutin, motor akan tetap responsif, tarikan gas enteng, dan konsumsi bahan bakar tetap efisien. Jangan tunggu sampai masalah kecil menjadi kerusakan serius!