Harga mobil bekas yang jauh di bawah pasaran kerap menjadi godaan tersendiri bagi calon pembeli. Dengan selisih yang bisa mencapai puluhan juta rupiah, tak sedikit orang tergiur untuk langsung melakukan transaksi tanpa pemeriksaan menyeluruh. Namun tanpa disadari, di balik harga miring tersebut, bisa saja tersembunyi berbagai risiko yang justru berpotensi menambah biaya di kemudian hari. Menurut Thung Andi Supriadi, pemilik Rendani Mobil, konsumen perlu lebih waspada dan tidak hanya terpaku pada harga murah saat berburu mobil bekas. "Mobil bekas yang dijual jauh di bawah harga pasar biasanya ada alasan tertentu, bisa karena kondisi unit, riwayat pemakaian, atau bahkan masalah dokumen. Jadi jangan langsung tergiur tanpa cek detail," kata Andi kepada Kompas.com, Sabtu (4/4/2026). Andi menjelaskan, salah satu risiko paling umum adalah kondisi mesin yang sudah tidak prima. Secara tampilan, mobil mungkin terlihat bersih dan terawat, namun performa mesin bisa saja sudah menurun akibat perawatan yang tidak rutin. Selain itu, mobil bekas dengan harga terlalu murah juga berpotensi memiliki riwayat kecelakaan berat. Kerusakan struktural pada rangka sering kali tidak terlihat secara kasat mata, tetapi dapat memengaruhi kenyamanan dan keselamatan saat berkendara. Pasar mobil bekas diklaim lesu pada 2025 “Kadang mobil sudah pernah tabrakan cukup parah, lalu diperbaiki sekadarnya supaya terlihat bagus. Tapi secara struktur sudah tidak sekuat aslinya,” ujar Andi. Risiko lain yang tak kalah penting adalah kemungkinan mobil pernah terendam banjir. Ciri-cirinya memang bisa disamarkan, tetapi masalah kelistrikan biasanya akan muncul seiring waktu dan membutuhkan biaya perbaikan yang tidak sedikit. Tak hanya dari sisi teknis, Andi juga mengingatkan pentingnya mengecek kelengkapan dokumen. Harga murah bisa saja terkait dengan status kendaraan yang bermasalah, seperti pajak mati, dokumen tidak lengkap, atau bahkan indikasi kendaraan hasil tindak kriminal. Untuk itu, Andi menyarankan agar calon pembeli selalu melakukan pemeriksaan menyeluruh sebelum memutuskan membeli mobil bekas, terutama yang ditawarkan dengan harga tidak wajar. Dengan melakukan pengecekan detail, mulai dari kondisi mesin, kaki-kaki, riwayat kendaraan, hingga keabsahan dokumen, konsumen bisa menghindari potensi kerugian dan mendapatkan mobil bekas yang benar-benar layak pakai. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang