Berkendara dengan gaya agresif seperti sering menekan pedal akselerasi dalam-dalam atau melaju kencang dalam waktu lama ternyata bisa berdampak pada kondisi mobil listrik. Meski dikenal halus dan responsif, penggunaan tenaga secara terus-menerus justru berpotensi memicu kenaikan suhu pada baterai, yang berujung pada penurunan performa. Menurut Mahaendra Gofar, pendiri EVSafe Indonesia, kondisi tersebut berkaitan dengan tingginya permintaan daya dari motor listrik saat kendaraan dipacu secara maksimal. “Ketika mobil listrik dipakai ngebut atau akselerasi tinggi terus-menerus, permintaan daya dari motor listrik juga besar. Di situ baterai akan bekerja lebih keras dan suhunya bisa meningkat,” kata Mahaendra saat ditemui di Jakarta Selatan, Senin (16/3/2026). Ia menjelaskan, peningkatan suhu ini sebenarnya hal yang wajar, mirip dengan perangkat elektronik seperti ponsel yang menjadi panas saat digunakan untuk aktivitas berat seperti merekam video atau bermain gim dalam waktu lama. Namun, pada mobil listrik, sistem pengelolaan baterai atau Battery Management System (BMS) sudah dirancang lebih canggih untuk mencegah kerusakan. Ketika suhu terdeteksi terlalu tinggi, sistem akan secara otomatis membatasi performa kendaraan. Ilustrasi baterai mobil listrik “BMS itu akan memproteksi. Salah satunya dengan membatasi daya yang bisa ditarik motor listrik, jadi mobil tidak bisa mengeluarkan tenaga maksimal,” ujar Mahaendra. Dalam kondisi tertentu, pembatasan ini bahkan bisa lebih ekstrem. Jika suhu terus meningkat hingga melewati ambang batas, kendaraan dapat masuk ke mode perlindungan atau yang dikenal sebagai turtle mode. “Kalau sudah overheat, biasanya muncul ikon kura-kura di dasbor. Itu artinya daya dipangkas, bahkan bisa tinggal sekitar 10 persen dari kemampuan normal,” kata dia. Tak hanya saat digunakan di jalan, kondisi panas berlebih juga bisa terjadi ketika pengisian daya, terutama dengan fast charging. Saat suhu baterai meningkat, sistem akan otomatis menurunkan daya pengisian agar tidak memperparah kondisi. Dengan demikian, gaya berkendara agresif sebaiknya dihindari jika ingin menjaga performa mobil listrik tetap optimal. Selain membuat tenaga tidak stabil, suhu baterai yang terlalu tinggi dalam jangka panjang juga berpotensi memengaruhi umur pakai komponen utama kendaraan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang