Pengujian tabrak atau crash test pada mobil listrik pada dasarnya memiliki tahapan yang sama seperti kendaraan bermesin konvensional. Kendaraan tetap diuji tabrak untuk mengetahui kemampuan struktur bodi dalam melindungi penumpang saat terjadi benturan. Namun setelah proses tabrakan selesai mobil listrik memiliki serangkaian pemeriksaan tambahan yang tidak dilakukan pada mobil biasa atau mesin cetus api (ICE). Tahapan ini dilakukan untuk memastikan sistem kelistrikan tetap aman dan tidak menimbulkan risiko lanjutan, seperti sengatan listrik maupun kebakaran. BYD Seal ASEAN NCAP Kepala Laboratorium Passive Safety, Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB), W Aris Munandar, mengatakan bahwa mobil listrik membutuhkan protokol khusus setelah pengujian tabrak karena memiliki sistem baterai tegangan tinggi. “Mobil listrik memiliki protokol tambahan setelah uji tabrak,” kata Aris kepada Kompas.com, di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (5/5/2026). “Sebab di dalam mobil listrik terdapat dua baterai, yaitu baterai tegangan rendah 12 volt dan baterai tegangan tinggi yang digunakan untuk menggerakkan motor listrik. Tegangan baterai tinggi ini umumnya mencapai 400 volt,” ujar Aris. Aris menjelaskan, karena menggunakan tegangan sangat tinggi, sistem kendaraan harus mampu memutus aliran listrik secara otomatis ketika mobil mengalami benturan keras. “Karena itu, setelah kendaraan mengalami tabrakan harus ada protokol tabrak. Pertama, sistem harus memutus tegangan dari baterai tegangan tinggi sehingga tegangannya turun,” kata dia. Suzuki e Vitara jalani tes tabrak Euro NCAP Setelah itu, penguji akan melakukan beberapa pemeriksaan tambahan untuk memastikan tidak ada kebocoran listrik pada kendaraan. Sentuh Langsung Aris menjelaskan, terdapat dua metode pengujian yang dilakukan, yakni sentuh langsung dan sentuh tidak langsung. “Kemudian, ada dua jenis pengujian yang dilakukan, yaitu sentuh langsung dan tidak langsung,” ujar Aris. “Pengujian sentuh langsung menggunakan probe menyerupai jari untuk menyentuh bodi kendaraan, karena bodi tidak boleh mengalami kebocoran arus, terutama dari baterai tegangan tinggi,” katanya. Selain memeriksa kebocoran arus, penguji juga mengecek hambatan isolasi serta sisa tegangan pada baterai setelah tabrakan terjadi. BYD Dolphin menjadi mobil listrik paling aman di Amerika Latin setelah meraih lima bintang dalam uji tabrak dan keselamatan Latin NCAP. “Selain itu, kami juga mengecek hambatan isolasi dan tegangan pada baterai. Tegangannya tidak boleh lebih dari 6 volt, jadi memang harus rendah,” ujarnya. Prosedur tambahan ini tidak hanya berlaku untuk mobil listrik murni atau battery electric vehicle (BEV), tetapi juga kendaraan hybrid dan plug-in hybrid yang sama-sama menggunakan baterai tegangan tinggi. “Protokol ini berlaku untuk semua kendaraan yang menggunakan baterai, mulai dari hybrid, plug-in hybrid, hingga full EV,” kata Aris. Potensi Terbakar Tak berhenti sampai di situ, setelah pengujian selesai kendaraan juga harus dipantau dalam periode tertentu untuk memastikan tidak muncul potensi kebakaran dari baterai. “Setelah crash test memang ada prosedur tambahan karena berkaitan dengan tegangan tinggi dan potensi kebakaran,” ujar dia. Ilustrasi baterai mobil listrik Karena itu, mobil listrik yang selesai diuji biasanya tidak langsung dipindahkan atau dibongkar. Kendaraan akan didiamkan terlebih dahulu untuk observasi. “Karena itu, setelah tabrakan kendaraan listrik biasanya didiamkan setidaknya satu jam untuk melihat ada tidaknya potensi kebakaran, seperti muncul asap atau bahkan api,” kata Aris. Menurut dia, potensi munculnya asap dari baterai tetap menjadi perhatian serius meski hasil data benturan menunjukkan performa keselamatan yang baik. “Jadi, meskipun data pengujiannya bagus, kalau sampai muncul asap dari baterai maka ada kemungkinan uji tabrak dinyatakan gagal," ungkapnya. "Penilaiannya bersifat yes or no. Jika ada satu poin yang gagal, maka keseluruhan sistem dianggap gagal,” ujar Aris. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang